Sunk-cost effect adalah fenomena yang lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya, yang menggeneralisasi konteks investasi interpersonal.
Efek sunk-cost (Sunk Cost Effect) mengacu pada kecenderungan yang lebih besar bagi seseorang untuk mengejar opsi yang terkait dengan investasi dalam kondisi sulit (sunk), sedangkan sunk-cost fallacy terjadi ketika kecenderungan ini membuat mereka mengejar pilihan yang lebih rendah risikonya. Dengan demikian, yang terakhir merupakan jenis kasus khusus dari yang pertama, dimana kesejahteraan berkurang.
Seseorang telah melakukan sunk cost fallcy ketika dia melanjutkan perilaku atau usaha sebagai hasil dari sumber daya yang diinvestasikan sebelumnya (waktu, uang atau usaha) (Arkes & Blumer, 1985). Kekeliruan ini terkait dengan keengganan kerugian dan bias status quo, juga dapat dilihat sebagai bias yang dihasilkan dari komitmen yang berkelanjutan.
[details="Referensi"]
1. Arkes, H. R., & Blumer, C. (1985), The psychology of sunk costs. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 35, 124-140.
2. Olivola, C Y. 2018. The Interpersonal Sunk-Cost Effect. Research Article of Psychological Science. Tepper School of Business, Carnegie Mellon University.
[/details]