Kepuasan stakeholder menjadi perhatian penting bagi perusahaan untuk menyelesaikan proyek dengan sukses. Jika stakeholder merasa senang, maka proyek tersebut telah berhasil. Namun sebaliknya jika kepuasan stakeholder tidak dirasa maka proyek dinyatakan gagal.
Dalam plan risk management terdapat proses inputs yang salah satunya yaitu Stakeholder Register. Identiifkasi stakeholders merupakan salah satu proses inti dalam setiap proyek. Stakeholder yang dimaksud ialah individu, kelompok atau organisasi yang terpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung oleh keputusan, hasil atau kegiatan yang berkaitan dengan proyek tertentu. Maka, Stakeholder Register adalah sebuah dokumen manajemen proyek yang mengidentifikasi, menilai, dan mengklasifikasikan stakeholders pada proyek tertentu. Stakeholder Register juga merupakan dokumen yang menyediakan informasi strategis untuk merencanakan berbagai cara dalam melibatkan dan mengelola stakeholder dengan efektif. Adanya Stakeholder Register membantu dalam memberikan gambaran umum tentang peran stakeholder yang berkenaan dengan proyek.
Perlu diketahui bahwa sebagai dokumen manajemen proyek, stakeholder register ini akan mengalami pembaruan. Sehingga informasi terbaru tentang perubahan stakeholders juga dicatat dalam dokumen ini. Perubahan yang terjadi mencakup identifikasi stakeholder baru atau yang tidak lagi terkena dampak dengan kata lain tidak terlibat dalam proyek tersebut.

Berikut penjelasan Isi dari Stakeholder Register
Umumnya stakeholder register berisi tiga jenis informasi tentang masing-masing stakeholder:
1. Stakeholder Identification
2. Stakeholder Assessment
3. Stakeholder Classification
Stakeholder Identification, bagian ini akan mencatat informasi sebagai berikut:
* Nama
* Judul
* Informasi kontak
* Peran dalam proyek/organisasi
Stakeholder Assessment, akan mencatat penilaian terhadap masing-masing stakeholder, seperti:
* Persyaratan stakeholder
* Kebutuhan komunikasi
* Frekuensi komunikasi
* Harapan
* Pengaruh pada proyek
* Minat dan kekuatan
Stakeholder Classification, akan mengklasifikasikan stakeholder berdasarkan berbagai kriteria. Dapat membagi stakeholder berdasarkan kekuatan dan minat terhadap proyek meliputi tinggi, menengah, atau rendah. Selain itu, juga dapat menentukan atribut lain kepada stakeholder, seperti apakah stakeholder berisfat internal, eksternal, positif, pendukung, penghambat, atau stakeholder yang bersifat netral, dan lain sebagainya.
Dapat ditambahkan kesimpulan bahwa stakeholder register merupakan dokumen pertama yang akan dibuat setelah project charter ditandatangani, karena Stakeholder Identification adalah proses yang berkesinambungan, sehingga harus secara berkala memperbarui dokumen stakeholder register ini selama siklus proyek berlangsung. Dokumen ini patut disimpan pada tempat yang aman dan membatasi dalam pengaksesan dokumen tersebut.
Sumber:
-
PMI. Stakeholder Register. [online] Project Management Knowledge. Tersedia di: <
> [Diakses 13 Maret 2018]
-
Usmani, Fahad. Stakeholder Register in Project Management. [online] PM Study Circle. Tersedia di: < https://pmstudycircle.com/2012/06/stakeholder-register-project-management/ > [Diakses 13 Maret 2018]
-
Project Management Institute, 2013. A Guide to the PROJECT MANAGEMENT BODY OF KNOWLEDGE. Project Management Institute, Inc