
Masalah yang paling umum ketika tim mengidentifikasi sebuah risiko yaitu, orang cenderung khawatir maka mereka bereaksi berlebihan dengan menggambarkan risiko terlalu luas. Misalnya, "Hal buruk mungkin terjadi yang akan membuat kita terlambat" bukanlah pernyataan berisiko yang berguna karena tidak dapat ditindaklanjuti. Risk Statement yang dapat ditindaklanjuti adalah pernyataan yang menggambarkan kekhawatiran atau situasi yang mungkin ada.
Risk Statement terbentuk dari tiga jenis respons yaitu :
- Prevention, Tindakan mengurangi kemungkinan adanya kekhawatiran atau konsekuensi.
- Impact Reduction, Tindakan yang mengurangi efek negatif dari konsekuensi.
- Detection, Mekanisme untuk memberikan peringatan atau pendeteksian waktu terhadap kejadian atau akibatnya, sehingga menghasilkan waku dan pilihan tambahan untuk respons
Risk Statement yang terbentuk dengan baik umumnya mengikuti salah satu dari dua template yaitu :
- Jika (sesuatu yang kurang baik mungkin terjadi) maka (akibat yang negatif) mungkin hasilnya.
- (Pernyataan faktual dari situasi yang ada) dapat menyebabkan (akibat yang negatif).
Perbedaan antara kedua template ini yaitu, dalam kasus pertama, penyebabnya belum terwujud dan kita mungkin bisa mencegahnya. Hal ini, mendorong kita untuk bertanya apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kemungkinan hal buruk terjadi, mengurangi konsekuensi negatif, meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi hal buruk, meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi konsekuensi negatif.
Dalam kasus kedua, menegaskan bahwa ada situasi yang membatasi tanggapan kita untuk mendeteksi dan menangani konsekuensi potensial. Dan yang bisa dilakukan yaitu, mengurangi kemungkinan konsekuensi negatif, mengubah situasi saat ini, meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi konsekuensi negatif.
sumber:
https://www.techwell.com/2014/05/writing-actionable-risk-statements