permintaan pada dasarnya merupakan perangkat analisis untuk melihat besaran jumlah barang atau jasa yang diminta serta perubahan permintaan akan suatu barang atau jasa berdasarkan hukum permintaan. Perubahan permintaan akan suatu barang atau jasa tersebut akan dapat dilihat dari perubahan pada kurva permintaan. Maka analisis permintaan akan suatu barang atau jasa erat kaitanya dengan perilaku konsumen. Konsumen adalah mereka yang memiliki pendapatan (uang) dan menjadi pembeli barang dan jasa di pasar (Adiningsih dan Kadarusman,
2003)
Menurut Gilarso (2003), permintaan adalah jumlah dari suatu barang atau jasa yang mau dan mampu dibeli pada pelbagai kemungkinan harga selama jangka waktu tertentu dengan anggapan hal-hal lain tetap sama (ceteris paribus). Permintaan turunan (derived demand) adalah permintaan akan faktor produksi yang tergantung pada permintaan akan barang atau jasa yang dihasilkan oleh faktor atau sumber daya tersebut.
Kurva permintaan adalah suatu grafik yang menunjukan hubungan antara harga suatu barang atau jasa dan jumlah atas barang atau jasa yang diminta., ceteris paribus. Bentuk umum kurva permintaan turun dari kiri-atas ke kanan bawah sebagaimana dapat dilihat pada gambar berikut ini sesuai dengan hukum permintaan.
Kurva permintaan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kurva permintaan individu dan
kurva permintaan pasar (agregat). Kurva permintaan individu merupakan kedudukan titik-titik yang menghubungkan berbagai harga suatu komoditas dan kuantitas komoditas yang dibeli oleh setiap individu. Kurva permintaan pasar (agregat) merupakan penjumlahan permintaan-permintaan individu atas suatu barang dan jasa dalam berbagai tingkat harga.
Hukum permintaan (The Law of Demand) adalah kuantitas barang yang diminta untuk suatu barang berhubungan terbalik dengan harga barang tersebut, ceteris paribus. Maka semakin semakin rendah harga suatu barang atau jasa, akan semakin tinggi tingkat permintaan akan barang atau jasa tersebut. Sebaliknya apabila harga atau jasa tersebut semakin tinggi, tingkat permintaan akan barang atau jasa tersebut akan semakin rendah.
### Pergerakan (Movement) dan Pergeseran (Shift) Kurva Permintaan
Perubahan permintaan dapat dilihat dari dua segi sudut pandang atas perubahan kurva permintaan yang ada. Perubahan kurva permintaan tersebut dapat dilihat dari segi pergerakan (movement) sekaligus dari segi pergeseran (shift) pada kurva permintaan yang ada.
Pengerakan (movement) sepanjang kurva permintaan seperti terlihat pada gambar tersebut menunjukan perubahan kombinasi antara kuantitas dan harga suatu barang pada titik – titik kombinasi di sepanjang kurva permintaan. Pergerakan menunjukan bahwa hubungan dalam permintaan masih tetap konsisten. Faktor utama perubahan yang mengakibatkan pergerakan di sepanjang kurva permintaan ini adalah karena adanya perubahan harga yang terjadi. Suatu perubahan harga akan mengahsilkan suatu pergerakan (movement) di sepanjang kurva permintaan pasar yang tetap, tidak ada perubahan hal lain yang akan menyebabkan pergerakan
sepanjang kurva tersebut.
Pergeseran (shift) kurva permintaan adalah kondisi perubahan jumlah barang yang diminta meskipun harga yang berlaku tetap atau tidak berubah. Pergerakan tersebut akan memberikan dampak perubahan pada hubungan akan permintaan suatu barang atau jasa. Hal ini juga menunjukan bahwa faktor-faktor selain harga menjadi penentu atas pergeseran kurva permintaan yang ada.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Permintaan
Berdasarkan hukum permintaan (the law of demand) perubahan permintaan atas suatu barang dan jasa semata-mata ditentukan oleh harga dari barang atau jasa tersebut, ceteris paribus. Namun dalam kenyataannya, banyak permintaan terhadap suatu barang atau jasa juga ditentukan oleh faktor-faktor lain selain faktor harga itu sendiri. Oleh sebab itu perlu juga dijelaskan bagaimana faktor-faktor yang lain akan mempengaruhi permintaan.
Menurut Sukirno (1985) faktor-faktor selain harga yang juga berperan penting dalam mempengaruhi permintaan akan suatu barang atau jasa adalah sebagai berikut :
1. Harga Barang Lainnya
Hubungan antara suatu barang dengan berbagai jenis barang lainnya dapat
dibedakan dalam tiga golongan :
* Barang pengganti
Suatu barang disebut barang pengganti kepada suatu barang lainnya apabila ia
dapat menggantikan fungsi dari barang lain tersebut. Bila terjadi penurunan harga
terhadap barang tersebut, maka permintaan terhadap barang pengganti akan menurun
juga.
* Barang penggenap
Apabila suatu barang selalu digunakan bersama-sama dengan barang lainnya, maka barang tersebut dinamakan barang penggenap. Kenaikan atau penurunan permintaan terhadap barang penggenap selalu sejalan dengan permintaan atas barang yang digenapkan.
* Barang netral
Apabila dua macam barang tidak mempunyai kaitan yang rapat, maka perubahan atas permintaan suatu barang tidak akan mempengaruhi barang lainnya.
-
Pendapatan Konsumen
Pendapatan konsumen merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan bentuk permintaan terhadap berbagai jenis barang. Perubahan dalam pendapatan selalu menimbulkan perubahan terhadap permintaan berbagai jenis barang. Berdasarkan sifat perubahan permintaan yang akan berlaku apabila pendapatan berubah, maka berbagai jenis barang dapat dibedakan :
- Barang inferior
Barang yang banyak diminta oleh konsumen berpendapatan rendah. Jika pendapatan bertambah, maka permintaan terhadap barang inferior juga berkurang, dan sebaliknya.
-
Barang esensial
Barang yang sangat penting artinya dalamkehidupan masyarakat sehari-hari, sehingga barang tersebut akan tetap dikonsumsi pada berbagai tingkat pendapatan.
-
Barang normal
Barang yang akan mengalami kenaikan permintaan jika pendapatan meningkat.
- Barang mewah
Jenis barang yang akan dibeli apabila pendapatan konsumen sudah relatif tinggi.
-
Distribusi Pendapatan Masyarakat
Distribusi pendapatan masyarakat dapat mempengaruhi corak permintaan masyarakat terhadap suatu barang. Sejumlah pendapatan masyarakat yang tertentu besarnya akan menimbulkan corak permintaan masyarakat yang berbeda apabila pendapat tersebut diubah corak distribusinya. Seandainya pemerintah memberlakukan pajak yang tinggi terhadap barang mewah, yang kemudian hasil pajak tersebutdigunakan untuk menaikan pendapatan masyarakat golongan pekerja rendah, maka akan terjadi penurunan permintaan terhadap barang mewah dan meningkatkan permintaan atas barang yang diperlukan oleh golongan masyarakat yang pendapatannya bertambah.
-
Selera Masyarakat
Selera masyarakat mempunyai pengaruh yang besar terhadap keinginan masyarakat untuk membeli suatu barang.
-
Jumlah Penduduk
Pertambahan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan jumlah permintaan suatu barang. Akan tetapi biasanya pertambahan penduduk diikuti oleh perkembangan kesempatan kerja. Dengan demikian akan lebih banyak orang yang menerima pendapatan dan hal ini juga akan menambah daya beli masyarakat. Pertambahan daya beli masyarakat akan menambah permintaan.
-
Ekspetasi Di Masa Yang Akan Datang
Perubahan-perubahan yang diperkirakan akan terjadi di masa yang akan datang dapat mempengaruhi permintaan. Perkiraan bahwa harga - harga akan bertambah tinggi di masa yang akan datang, dapat mendorong jumlah pembelian yang lebih banyak pada saat ini, demikian juga sebaliknya bila perkiraan harga-harga akan turun, maka hal tersebut akan mendorong penundaan pembelian sehingga mengurangi jumlah pembelian saat ini.