Menurut Robbins dan Judge (2008), dampak dari ketidakpuasan karyawan di tempat kerjanya dituangkan dalam suatu kerangka teoritis pada gambar di bawah yang dinamakan “the exit-voice-loyalty-neglect framework”. Kerangka kerja tersebut dibedakan dalam dua dimensi: konstruktif atau destruktif dan aktif dan pasif. Dampak dari ketidakpuasan tersebut didefinisikan sebagai berikut:
Gambar The Exit, Voice, Loyalty, Neglect Framework. Sumber: Robbin dan Judge (2008)
-
Keluar (Exit)
Perilaku yang mengarah untuk meninggalkan organisasi, termasuk mencari posisi baru serta mengundurkan diri.
-
Penyuaraan (Voice)
Secara aktif dan konstruktif berusaha untuk memperbaiki kondisi, termasuk menyarankan perbaikan, mendiskusikan masalah dengan atasan, dan beberapa bentuk kegiatan serikat pekerja
-
Kesetiaan (Loyality)
Secara pasif tetapi optimis menunggu kondisi untuk membaik, termasuk membela organisasi dalam menghadapi kritik eksternal dan mempercayai organisasi dan manajemennya untuk “melakukan hal yang tepat”.
-
Pengabaian (Neglect)
Secara pasif membiarkan kondisi menjadi lebih buruk, termasuk absensi dan keterlambatan yang tinggi, berkurangnya usaha, dan tingkat kesalahan semakin meningkat.