Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa yang dimaksud dengan Information Gathering Techniques dalam melakukan identifikasi risiko?

identify risk|258x196

Dalam melakukan identifikasi risiko terdapat beberapa teknik yang bisa digunakan. Salah satunya menggunakan Information Gathering Techniques . Lantas apa yang dimaksud dengan Information Gathering Techniques?

20

Identifikasi risiko adalah sesuatu yang penting untuk dilakukan bagi sebuah perusahaan atau organisasi. Identifikasi risiko adalah suatu proses untuk menentukan risiko yang dapat mempengaruhi proyek dan melakukan dokumentasi karakteristik risiko. Manfaat yang diperoleh dari melakukan identifikasi risiko adalah memperoleh dokumentasi risiko, sebagai langkah untuk mengantisipasi dampak buruk yang bisa saja dialami oleh perusahaan. Dalam melakukan identifikasi risiko meliputi adanya input, tools and techniques and output.

Salah satu teknik dari identifikasi risiko ialah Information Gathering Techniques. Information Gathering Techniques adalah proses berulang yang digunakan untuk membuat dan mengatur data dari berbagai jenis sumber.

Berikut adalah 4 jenis Information Gathering Techniques yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko :

ir tabel|479x245

  1. Brainstorming : metode ini digunakan untuk mendapatkan daftar semua proyek. Semua ide yang dihasilkan dengan bantuan fasilitator melalui diskusi terbuka dan teknik wawancara masal. Biasanya, teknik brainstorming dapat dilakukan selama pertemuan yang telah terjadwal dengan rekan sebaya, brainstorming individu, atau bahkan pada pertemuan informal. Brainstroming bisa berbentuk bebas atau terstruktur, tergantung dari budaya organisasi.

    Tujuan dan Manfaat Brainstorming :

    Brainstorming bertujuan mendapatkan ide-ide dan gagasan baru dari anggota kelompok dalam waktu yang singkat. Sedangkan manfaat yang diperoleh diantaranya :

  2. Mengidentifikasi masalah : teknik ini cukup efektif untuk menyelidiki sebab akibat terjadinya suatu masalah.

  3. Menganalisis situasi : peserta diskusi akan melakukan analisis permasalahan dan situasi yang sedang dihadapi.
  4. Mengalirkan ide-ide baru : mendapatkan ide sebanyak mungkin dari para anggota.
  5. Menganalisis ide-ide : dari ide-ide baru yang telah disebutkan oleh anggota diskusi maka akan dilakukan analisis.
  6. Menentukan alternatif pemecahan masalah : Panel diskusi menentukan alternatif pemecahan masalah berdasarkan ide-ide yang telah disepakati bersama.
  7. Merencanakan langkah-langkah dan kegiatan yang akan dilakukan untuk memperbaiki masalah :

  8. Delphi technique: teknik dalam manajemen proyek ini mensyaratkan adanya fasilitator yang memberikan kusioner untuk mengumpulkan gagasan yang berbeda. Tanggapan diringkas lalu dibagikan kembali kepada perserta. Teknik ini dilakukan guna mencegah satu pendapat ahli agar tidak goyah.

  9. Root-cause analysis : merupakan satu teknik pengumpulan informasi yang melakukan analisis akar penyebab. Hal ini digunakan mengidentifikasi masalah dan penyebab utama sehingga mengembangkan tindakan pencegahan. Teknik ini dapat digunakan untuk mengkategorikan risiko sesuai dengan sumbernya untuk mencatat risiko di setiap kategori dan kemudian melakukan usulan pencegahan.

  10. Interviewing : pemangku kepentingan, peserta, dan ahli diwawancarai untuk mengidentifikasi risiko. Teknik ini merupakan tempat dimana fasilitator melakukan wawancara kepada anggota tim proyek tersebut dan stakeholder yang terkait, berlawanan dengan teknik brainstorming dan Delphi yang biasanya digunakan untuk mengumpulkan pendapat dari para ahli yang tidak terlibat langsung dalam proyek tersebut.

Sumber :
1.

2.