Kita dapat dengan mudah menemukan frasa “bekerja di bawah tekanan” dalam berbagai lowongan kerja. Dalam dunia kerja, tekanan bisa berarti banyak hal tergantung dengan lowongan karir yang diambil. Lingkungan, deadline , dan target bisa jadi adalah hal yang dimaksud.
Namun, beban dan tuntutan pekerjaan adalah hal yang tidak bisa dilepaskan dari dunia kerja. Di mana pun dan apapun bidang pekerjaan yang dipilih tentu memiliki berbagai target, tantangan, dan potensi konflik yang mungkin akan terjadi. Itu semua tergolong sebagai kategori bekerja di bawah tekanan.
Sejujurnya, tak ada makna mutlak mengenai bekerja di bawah tekanan, karena definisinya akan sangat bergantung pada perusahaan penyedia lowongan kerja. Meski begitu, semua perusahaan sepakat menggunakan syarat ini dalam tiap lowongan. Karena itulah, kemampuan memanajemen tekanan menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap pekerja.
Satu contoh tekanan kerja yang dimaksud perusahaan adalah menyelesaikan masalah supaya memenuhi target meski data telah hilang. Syarat memiliki kemampuan bekerja di bawah tekanan tidak asal tulis karena itu dinilai sebagai salah satu aspek penting ketika masuk pekerjaan yang dituju. Beberapa perusahaan bahkan memberi syarat bagi calon pekerjanya agar bisa bekerja di bawah tekanan, di belakang syarat lain yang tidak kalah abstrak seperti fleksibel. Seperti kemampuan problem solving yang baik, soft skill, dan lain sebagainya.
Ini adalah kriteria seleksi karyawan di masa sekarang, setelah sebelumnya hanya berkutat pada kualifikasi dan pengalaman. Kini, perusahaan melihat kemampuan berpikir out of the box dan melebihi ekspektasi untuk menjadi poin penting bagi kesuksesan perusahaan. Oleh sebab itu, kemampuan bekerja di bawah tekanan perlu dimiliki oleh para pekerjanya. Pemahaman tentang bekerja di bawah tekanan telah mencapai tahap yang cukup tinggi, hingga pekerja harus punya kemampuan menghadapi volume kerja yang tinggi pula. Untuk itu, calon pekerja dituntut untuk mengembangan sikap leadership dalam jabatan yang nantinya ia pegang, entah sebagai bawahan maupun atasan.
Siapa pun yang dapat mengatasi stres dengan baik tentu akan berpeluang mendapat karir yang bagus. Semakin banyak stress tentu sebanding dengan besarnya income atau penghasilan yang akan diterima. Namun demikian, tanggung jawab yang akan diemban pun akan berbeda pula. Individu tersebut pun dituntut untuk memiliki kemampuan hebat dalam hal perencanaan agar mentalnya kuat menghadapi tantangan dalam dunia kerja.