Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa upaya yang telah dilakukan GO-JEK dalam manajemen produk mereka?

MU Musa Firdaus 9 years ago

photo|512x288
GO-JEK adalah sebuah perusahaan teknologi berjiwa sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor informal di Indonesia. Kegiatan GO-JEK bertumpu pada 3 nilai pokok: kecepatan, inovasi, dan dampak sosial.

17

Upaya yang dilakukan GO-JEK terhadap manajemen produk mereka adalah dengan menggunakan Agile Inception, yang memiliki tujuan utama untuk mengurangi atau menghindari kebingungan pada saat perancangan. Dengan metode tersebut perusahaan dapat menentukan goals atau tujuan yang ingin dicapai, risiko yang akan dihadapi, siapa saja yang berperan dan aktivitas apa saja yang terjadi selama produk tersebut digunakan, kemudian perusahaan juga dapat menentukan estimasi baik dari segi waktu dan biaya, story mapping terhadap produk dapat berjalan sampai sejuh mana, dan dapat menentukan prioritas sebelum memulai produksi. Setelah aspek-aspek tersebut telah diidentifikasi dengan baik, maka akan muncul ide-ide yang akan digunakan dalam proses pembuatan produk. Dari ide-ide tersebut dapat dipilih dan ditentukan mana yang dapat langsung digunakan dan mana yang perlu disimpan atau digunakan nantinya pada saat yang tepat.

Arya Nugraha selaku Product Manager-Logistic Products dari GO-BOX dan GO-KILAT menggunakan pendekatan KANBAN Board untuk membuat sebuah produk, karena menurut beliau metode tersebut lebih berkesinambungan. Dengan pendekatan tersebut ketika ada sebuah story yang ingin dimasukkan di tengah pengerjaan produk, hal tersebut dapat langsung dilakukan tanpa merusak pekerjaan dengan timeline yang lebih fleksibel.

Kemudian untuk prioritas yang mendesak, GO-JEK memilih untuk menggunakan metode Agile Scrum yang memiliki timeline yang lebih mudah dilacak. Adityo Wibisono Haryanto selaku Product Manager dari GO-FOOD menjelaskan contoh penerapan metode Agile Scrum pada GO-JEK, yaitu dengan mengumpulkan seluruh kebutuhan pada fase sprint planning sebelum membuat fitur pada sprint zero. Dengan contoh, fitur signature dish pada profil merchant aplikasi GO-FOOD. Sebelum meluncurkan produk, perlu diperhaikan UI & UX aplikasi tersebut, setelah itu dilakukan percobaan untuk membuat mockup berdasarkan UI & UX. Fase story planning akan dimulai setelah desain UI & UX dan mockup telah selesai dilakukan dengan mengumpulkan story dari pengguna yang akan menjadi bahan untuk developer dalam membuat sebuah fitur.

[details="Reference"]
https://id.techinasia.com/pentingnya-product-management-dalam-kualitas-produk
[/details]