Manajer proyek dapat menggunakan beberapa tools untuk mengidentifikasi risiko proyek, termasuk wawancara, brainstorming, daftar periksa, analisis asumsi, diagram sebab-akibat, teknik kelompok nominal, dan diagram afinitas. Salah satu teknik favorit saya adalah analisis SWOT, di mana kita dan tim dapat mengidentifikasi dan memprioritaskan strengths, weaknesses, opportunities, dan threats.

Setelah menyelesaikan analisis SWOT, kita akan mengidentifikasi peluang (risiko positif) dan ancaman (risiko negatif), sebagai masukan untuk daftar risiko Anda. Informasi tersebut akan membantu dalam mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan proyek.
Waktu yang tepat untuk menggunakan SWOT Analysis ketika memiliki sebuah proyek-proyek tertentu. Beberapa contohnya yaitu:
• Evaluasi proses bisnis
• Evaluasi antarmuka teknologi
• Evaluasi perangkat lunak yang ada
• Evaluasi solusi yang diusulkan
• Evaluasi pusat layanan pelanggan
Ketentuan SWOT:
• Strengths (Fokus Internal): sesuatu yang dimiliki entitas baik dalam melakukan atau yang memberi entitas kemampuan penting. Kekuatan bisa berupa keterampilan, keahlian, sumber daya berharga, kemampuan bersaing, atau atribut yang memberi keuntungan bagi pasar.
• Weaknesses (Fokus Internal): sesuatu yang tidak dimiliki atau buruk atau kondisi yang menempatkannya pada posisi yang kurang menguntungkan.
• Opportunities (Fokus Eksternal): kombinasi keadaan yang menguntungkan atau peluang yang baik.
• Threats (Fokus Eksternal): apa pun yang dapat menghambat atau membatasi kemampuan untuk mencapai tujuan.
Langkah-langkah melakukan Analisis SWOT:
1. Melakukan brainstorming dan menangkap kekuatan yang dimiliki.
2. Menganalisa dan menggabungkan kekuatan yang sesuai.
3. Ikuti langkah 1-3 untuk mengidentifikasi weaknesses, opportunities, dan threats.
4. Mendefinisikan strategi, misalnya strategi menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, lalu strategi yang menggunakan kekuatan untuk menghindari ancaman, strategi yang memanfaatkan peluang dengan mengatasi kelemahan serta strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman.
Setelah melakukan langkah-langkah tersebut, maka perlu untuk memperbarui daftar risiko. Pastikan untuk menyertakan respons risiko / strategi untuk risiko yang paling signifikan. Terakhir, identifikasi pemilik risiko yang memiliki keahlian untuk memantau risiko dan melaksanakan rencana respons bila diperlukan.
REFERENSI
http://aits.org/2017/09/identify-risks-swot-analysis/#