Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa saja yang dilakukan dalam pendekatan teknik brainstorming saat identifikasi risiko?

AN anandaghafari 9 years ago

Dalam melakukan tahap identifikasi risiko-risiko yang kemungkinan terjadi saat melakukan sebuah projek, ada berbagai macam pendekatan teknik yang digunakan dalam mengidentifikasi risiko tersebut, salah satunya adalah teknik brainstorming. Apakah cara yang dilakukan dalam teknik brainstorming itu sendiri untuk mengidentifikasi sebuah risiko?

delphi|650x227

18

bstming|690x247

Brainstorming mungkin berguna untuk mengidentifikasi bahaya, risiko, pemangku kepentingan, kriteria keputusan dan pilihan manajemen risiko. Brainstorming adalah pendekatan konseptual untuk menghasilkan gagasan dari sekelompok peserta, seringkali untuk menghasilkan sejumlah besar gagasan dalam waktu singkat. Input untuk brainstorming yang berhasil mencakup hal-hal berikut:

  1. Masalah yang terdefinisi dengan baik.
  2. Sebuah tim yang memiliki pengetahuan tentang masalah ini.
  3. Teknik brainstorming.
  4. Fasilitator

Prosesnya sendiri bisa formal atau informal. Brainstorming formal lebih terstruktur. Fasilitator mempersiapkan terlebih dahulu dan peserta juga bisa dipersiapkan. Sesi brainstorming formal memiliki tujuan, struktur dan hasil yang pasti. Brainstorming Informal kurang terstruktur.

Output / keluaran dari sesi brainstorming bisa jadi daftar ide. Umumnya daftar ide tidak akan dievaluasi. Namun, beberapa teknik brainstorming memberikan beberapa tingkat evaluasi gagasan. Kekuatan brainstorming mencakup beberapa hal berikut:

  1. mendorong imajinasi.
  2. mengidentifikasi risiko baru dan solusi baru.
  3. melibatkan pemangku kepentingan utama dan karenanya membantu komunikasi secara keseluruhan.
  4. relatif cepat dan mudah diatur.

Kelemahan brainstorming mencakup beberapa hal berikut:

  1. Gagal mendapatkan keterampilan dan pengetahuan yang tepat dalam grup.
  2. Kadang ada dominasi tertentu, seperti ingin menjadi bosnya dalam berpendapat
  3. Fenomena sosial seperti "groupthink".
  4. Kesulitan memverifikasi komprehensif usaha..

Sumber