
Brainstorming mungkin berguna untuk mengidentifikasi bahaya, risiko, pemangku kepentingan, kriteria keputusan dan pilihan manajemen risiko. Brainstorming adalah pendekatan konseptual untuk menghasilkan gagasan dari sekelompok peserta, seringkali untuk menghasilkan sejumlah besar gagasan dalam waktu singkat. Input untuk brainstorming yang berhasil mencakup hal-hal berikut:
- Masalah yang terdefinisi dengan baik.
- Sebuah tim yang memiliki pengetahuan tentang masalah ini.
- Teknik brainstorming.
- Fasilitator
Prosesnya sendiri bisa formal atau informal. Brainstorming formal lebih terstruktur. Fasilitator mempersiapkan terlebih dahulu dan peserta juga bisa dipersiapkan. Sesi brainstorming formal memiliki tujuan, struktur dan hasil yang pasti. Brainstorming Informal kurang terstruktur.
Output / keluaran dari sesi brainstorming bisa jadi daftar ide. Umumnya daftar ide tidak akan dievaluasi. Namun, beberapa teknik brainstorming memberikan beberapa tingkat evaluasi gagasan. Kekuatan brainstorming mencakup beberapa hal berikut:
- mendorong imajinasi.
- mengidentifikasi risiko baru dan solusi baru.
- melibatkan pemangku kepentingan utama dan karenanya membantu komunikasi secara keseluruhan.
- relatif cepat dan mudah diatur.
Kelemahan brainstorming mencakup beberapa hal berikut:
- Gagal mendapatkan keterampilan dan pengetahuan yang tepat dalam grup.
- Kadang ada dominasi tertentu, seperti ingin menjadi bosnya dalam berpendapat
- Fenomena sosial seperti "groupthink".
- Kesulitan memverifikasi komprehensif usaha..
Sumber