Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa saja tahap pengendalian pada pengembangan produk?

HI Hikma Zakia 8 years ago

rsz_product-roadmap-700x430|690x246

Product roadmap adalah sebuah perencanaan yang menggambarkan bagaimana suatu produk akan berkembang nantinya. Product roadmap digunakan untuk menyelaraskan para pemangku kepentingan dan untuk merencanakan anggaran dalam rangka pengembangan produk. Lalu apa saja tahap pengendalian pada pengembangan produk?

22

rsz_scrum-board-agentstva-nedvizhimosti-1024x582|690x246

Untuk mengaplikasikan Scrum di kehidupan nyata, ada beberapa proses penting dalam Scrum yang perlu diketahui. Di antaranya adalah product backlog, sprint planning meeting, daily scrum, sprint review meeting dan sprint retrospective.

Product backlog
Ini adalah tahap pertama yang harus dilakukan. Product backlog bertujuan untuk menentukan prioritas apa saja yang harus dilakukan selama pengerjaan sprint, yaitu rapat perencanaan pembuatan perangkat lunak yang dilakukan sesuai dengan durasi yang telah disepakati. Product backlog melibatkan seluruh tim terkait, dari mulai Product Owner, Scrum Master, hingga tim pengembang.

Sprint planning meeting
Sprint planning merupakan proses paling penting yang dilakukan setiap kali akan memulai sprint baru. Dalam proses ini, seluruh tim berkumpul untuk merumuskan tugas apa saja yang ingin dikerjakan dan dirilis dalam beberapa waktu ke depan.

Daily scrum
Di fase ini, masing-masing anggota tim saling berbagi apa saja yang telah dikerjakan, dan apa yang akan dikerjakan di hari tersebut. Para anggota tim juga dapat melaporkan hambatan yang ditemui selama pengerjaan. Daily scrum dilakukan setiap hari selama sprint berlangsung.

Sprint review meeting
Sprint review adalah waktunya bagi anggota tim untuk mendemonstrasikan apa saja yang berhasil diselesaikan dalam satu sprint. Sprint review dilakukan setelah satu kali pengerjaan sprint selesai.

Sprint retrospective
Sprint retrospective dilakukan di akhir setiap sprint. Dalam meeting ini, masing-masing anggota tim (termasuk Scrum Master dan Product Owner) mengutarakan pendapat terkait kinerja tim selama menerapkan Scrum tanpa membahas sisi teknis dari proyek yang telah dikerjakan.

Referensi :

image|400x296

Perkembangan produk baru di awali dengan :

  • Screaning of Ide, yaitu pengumpulan ide untuk menetapkan produk baru. Tahap ini merupakan pemilihan sejumlah id dari berbagai sumber. Sumber informasi atau ide dapat berasal dari manajer perusahaan, pesaing, para ahli termasuk konsultan, para penyalur, langganan atau lembaga lain.

  • Business Analysis (analisis bisnis), merupakan analis dalam melihat prospek bisnis dalam upaya menerangkan upaya bisnis. Masing-masing ide perlu dianalisis dari segi bisnis untuk mengetahui sampai seberapa jauh kemampuan ide tersebut dalam menghasilkan laba.

  • Technical Development (teknik pergembangan bisnis), suatu upaya menjalankan bisnis yang sudah di rancang agar sesuai dgn harapan.

  • Test marketing or other research (test cara penelitian penjualan), untuk melihat pasar-pasar produk baru dan melihat bagaimana respon masyarakat atas produk baru tersebut. Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap pengembangan, tahap ini dapat dikatakan tahap pengujian yang diantarannya pengujian tentang konsep produk, pengujian terhadap kesukaan konsumen, penilaian laboratories, tes penggunaannya, dan operasi pabrik percontohan. Rangkaian pengembangan produk baru ini berakhir pada tahap komersialisasi, semua fasilitas sudah disediakan sedemikian rupa, baik fasilitas produk maupun pemasarannya. Semua kegiatan harus dikoordinasikan dengan baik.

Pengelolaan kegiatan pengembangan produk ini bukanlah tugas yang mudah apalagi bagi perusahaan yang telah berhasil dengan produk barunya. Masalah-masalah yang sering dihadapi banyak bersangkut-paut dengan tanggung jawab, komunikasi, dan koordinasi hubungan kerja diantara berbagai departemen dalam perusahaan. Agar pengembangan produk dapat efektif maka kegiatan produksi, pemasaran dan penelitian harus saling bekerja sama meskipun mempunyai tujuan yang berbeda.

Referensi :