Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa saja step yang harus dimiliki dalam setiap perencanaan manajemen risiko?

AF afn02 9 years ago

Manajemen Risiko|690x246

Banyak langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan perencanaan manajemen risiko agar berjalan sesuai kebutuhan dan tidak merugikan sumber daya perusahaan. Apa saja langkah-langkah tersebut?

23

Manajemen risiko harus dilakukan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan juga memberi solusi terhadap kemungkinan risiko yang dapat merugikan sebuah organisasi. Lalu bagaimana langkah yang harus dijalankan untuk memulai manajemen risiko?

  1. Identifikasi risiko
    Mengidentifikasi kemungkinan risiko dari berbagai aspek seperti sosial, hukum, politik, dsb. Diharapkan dapat melihat risiko lebih objektif.

  2. Menilai risiko
    Seberapa parah risiko itu terjadi, dampak apa yang akan ditimbulkan jika risiko itu terjadi. Sehinga dapat mengutamakan risiko terbesar yang harus diatasi duluan yang mana.

  3. Respon risiko
    Membuat langkah-langkah yang tepat untuk mengelola risiko sehingga dapat dihadapi dengan baik.

  4. Mitigasi risiko
    Membuat penanggulangan untuk setiap risiko dengan tepat.

  5. Implementasi
    Melaksanakan seluruh metode dengan baik agar risiko tersebut berkurang secara signifikan dan juga menjauhkan organisasi dari kerugian besar yang akan ditimbulkan jika tidak segera menanggulangi risiko tersebut.

  6. Evaluasi dan Review
    Evaluasi perubahan rencana yang telah dibuat diawal untuk mengetahui risiko mana yang berhasil ditanggulangi, mana yang tidak, apakah metode A berhasil, atau metode lain lebih baik dan sebagainya.

Diharapkan dengan adanya langkah untuk melakukan manajemen risiko dengan baik, para manager tidak salah dalam mengambil tindakan yang perlu didahulukan


Sumber:

Langkah-langkah dalam proses manajemen risiko adalah :

1. Risk Identification

Langkah pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi kemungkinan risiko yang dapat terjadi pada organisasi atau perusahaan. Ini bertujuan untuk mengetahui keadaan yang akan dihadapi oleh organisasi atau perusahaan tersebut dalam berbagai aspek seperti sosial, hukum, ekonomi, produk/jasa, pasar, dan teknologi yang ada. Risiko dari setiap aspek akan diklasifikasikan menurut kategorinya masing – masing agar mempermudah proses selanjutnya.

2. Risk Assessment

Setelah risiko telah diidentifikasi pada perusahaan atau organisasi tersebut, selanjutnya akan dinilai potensi keparahan kerugian dan kemungkinan terjadinya. Dalam hal ini, diperlukan kemampuan individu disetiap bidangnya untuk memberikan penilaian terhadap risiko – risiko yang telah diidentifikasi. Tujuannya adalah agar setiap risiko berada pada prioritas yang tepat.

3. Risk Response

Proses ini dilakukan untuk memilih dan menerapkan langkah – langkah pengelolaan risiko. Tantangan bagi manajer risiko adalah untuk menentukan portofolio yang tepat untuk membentuk sebuah strategi yang terintegrasi sehingga risiko dapat dihadapi dengan baik. Tanggapan risiko umumnya terbagi dalam kategori seperti berikut:

  1. Risk Avoidance, Mengambil tindakan untuk menghentikan kegiatan yang dapat menyebabkan risiko terjadi
  2. Risk Reduction, Mengambil tindakan untuk mengurangi kemungkinan atau dampak atau keduanya, biasanya melalui pengandalian di bagian internal perusahaan/organisasi_emphasized text_
  3. Risk Sharing or Transfer, Mengambil tindakan untuk mentransfer beberapa risiko melalui asuransi, outsourcing atau hedging.
  4. Risk Acceptence, Tidak mengambil tindakan apapun untuk menganggulangi risiko, melainkan menerima risiko tersebut terjadi.

4. Create a Risk Management Plan

Membuat penanggulangan risiko yang tepat untuk setiap masing – masing kategori risiko. Mitigasi perlu mendapat persetujuan oleh level manajemen yang sesuai

5. Implementation

Melaksanakan seluruh metode yang telah direncanakan untuk mengurangi atau menanggulangi pengaruh dari setiap risiko yang ada.

6. Evaluate and Review

Perencanaan yang telah direncanakan di awal tidak akan seluruhnya dapat berjalan dengan lancar. Perubahan keadaan atau lingkungan yang tidak diprediksi sebelumnya akan menyebabkan perubahan rencana manajemen risiko yang telah dibuat, oleh karena itu perlu dilakukan perubahan rencana untuk menanggulangi risiko yang akan mungkin terjadi.

[details="Referensi"]
http://www.cimaglobal.com/Documents/ImportedDocuments/cid_tg_intro_to_managing_rist.apr07.pdf
[/details]