Berbagai jenis Perencanaan Manajemen Risiko dapat mengatasi kalkulasi kemungkinan suatu kejadian, dampanya, risiko apa yang mengandung spekulasi, dan cara mengurangi masalah yang berhubungan dengan risiko tersebut. Perencanaan akan membantu mengatasi dan mencegah situasi sulit yang telah atau akan muncul.
1. Pahami cara kerja Manajemen Risiko
Risiko adalah efek (positif maupun negatif) akibat suatu kejadian atau rangkaian kejadian yang di satu atau beberapa lokasi. Risiko dihitung berdasarkan kemungkinan kejadian menjadi masalah dan dampak yang diakibatkan (Risiko = Kontigensi X Dampak). Berbagai faktor harus diidentifikasi untuk menganalisis risiko.
2. Definisika proyek
Anggap diri anda bertanggun jawab atas sistem informasi yang memberikan informasi penting untuk beberapa populasi besar. Komputer utama yang menampung sistem ini sudah tua dan perlu diganti. Tugas anda adalah mengembangkan perencanaan manajemen risiko untuk memindahkan ini. Perencanaan ini akan ditampilkan dalam model yang disederhanakan yang mana risiko dan dampak akan dikategorikan menjadi tingi, sedang, atau rendah.
3. Dapatkan masukan dari orang lain
Lakukan curah pendapat atas risiko-risiko. Kumpulkan beberapa orang yang sangat mengenal proyek dan minta masukan perihal apa yang akan terjadi, cara mencegahnya, dan apa yang perlu dilakukan jika kejadian tersebut benar terjadi. Catat sebanyak-banyaknya dan bersikap terbuka atas ide-ide yang diberikan.
4. Identifikasi konsekuensi setiap risiko
Dari sesi curah pendapat, berbagai informasi perihal apa yang terjadi jika risiko menjadi kenyataan berhasil dikumpulkan. Asosiasikan setiap risiko dengan konsekuensi yang disinggung selama sesi tersebut dengan sespesifik mungkin.
5. Hapuskan masalah yang tidak relevan
Sebagai contoh, jika anda memindahkan sistem komputer dealership mobil maka masalah perang nuklir, wabah penyakit, atau asteroid pembunuh tidak akan mengganggu proyek anda. Tidak ada yang bisa anda lakukan untuk merencanakan atau mengurangi dampaknya, Namun, perlu diingat bahwa anda tidak memasukkan kejadian-kejadian tersebut dalam perencanaan risiko anda.
6. Daftarkan semua elemen risiko yang diidentifikasi
Anda tidak perlu mengaturnya sesuai urutan. Cukup daftarkan satu per satu.
7. Sertakan probabilitas
Untuk setiap elemen risiko dalam daftar, tentukan apakah kemungkinan risiko-risiko tersebut benar-benar terjadi cukup tinggi, sedang atau rendah. Jika harus menggunakan angka, skala kemungkinan untuk rendah adalah 0,01 - 0,33; sedang = 0,34 - 0,66; dan tinggi = 0,67 - 1,00.
8. Tetapkan dampak
Secara umum, dampak ditetapkan sebagai tinggi, sedang, atau rendah berdasarkan panduan yang ditentukan. Jika harus menggunakan angka, artinya dampak berskala 0,01-1,00, yaitu 0,01-0,33 = rendah; 0,34-0,66 = sedang; 0,67-1,00 = tinggi.
9. Tentukan risiko elemen
Tabel sering kali digunakan untuk hal ini. Jika menggunakan nilai tinggi, sedang, dan rendah, sebaiknya gunakan tabel top. Jika menggunakan nilai numerik, perlu mempertimbangkan sistem penilaian yang agak lebih rumit mirip dengan tabel kedua di sini. Penting dicatat bahwa tidak ada rumus universal untuk menggabungkan Kemungkinan dengan Dampak, dan rumusnya bervariasi tergantung orang dan proyeknya.
10. Urutkan semua risiko
Daftarkan semua elemen yang telah diidentifikasi mulai dari risiko tertinggi sampai terendah.
11. Hitung risiko total
Disini angka-angka akan dapat membantu.
12. Kembangkan strategi mitigasi
Mitigasi dirancang untuk mengurangi kemungkinan risiko akan menjadi nyata. Biasanya, hanya akan perlu melakukannya untuk elemen tinggi dan sedang. Anda boleh mengurangi elemen rendah, tetapi dahulukan yang lain terlebih dahulu.
13. Kembangkan rencana cadangan
Kontingensi biasanya dirancang untuk mengurangi dampak apabila risiko tidak menjadi nyata. Sekali lagi, biasanya Anda hanya akan mengembangkan kontingensi untuk elemen tinggi dan sedang.
14. Analisis efektivitas strategi
Berapa banyak Kemungkinan dan Dampak yang berkurang? Evaluasi strategi Kontigensi dan Mitigasi dan tetapkan ulang penilaian efektif ke risiko-risiko.
15. Hitung risiko efektif
16. Pantau risiko
Setelah mengetahui besar risiko, Anda perlu menentukan cara mengetahui apakah risiko menjadi kenyataan sehingga Anda akan tahu kapan dan apakah Anda perlu membuat rencana cadangan. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi Pertanda Risiko. Lakukanlah pada risiko berelemen tinggi dan sedang. Kemudian, seiring kemajuan proyek, Anda akan bisa menentukan apakah elemen risiko telah menjadi masalah. Jika Anda tidak mengetahui pertanda-pertandanya, kemungkinan besar risiko bisa menjadi nyata tanpa disadari siapa pun dan memengaruhi proyek, walaupun Anda sudah menyiapkan rencana cadangan yang bagus.
Sumber:
https://id.wikihow.com/Mengembangkan-Perencanaan-Manajemen-Risiko