
Ya, diantara product roadmap dan product backlog memang terdapat perbedaan. Product roadmap merupakan alat perencanaan strategis yang menunjukkan bagaimana produk akan tumbuh di beberapa rilis kedepan. Hal tersebut akan menciptakan kesinambungan tujuan, memfasilitasi kolaborasi stakeholder, membantu memperoleh pendanaan, dan membuatnya lebih mudah untuk mengoordinasikan pengembangan dan peluncuran berbagai produk.
Sedangkan product backlog sendiri memuat pekerjaan yang diperlukan untuk membuat dan mengembangkan produk termasuk epics dan cerita pengguna, diagram alur kerja, sketsa desain antarmuka pengguna, dan mock-up. Product backlog adalah tool taktis yang mengarahkan pekerjaan tim pengembang dan memberikan dasar untuk melacak kemajuan proyek di Scrum (menggunakan release burndown chart).

Kedua tool tersebut dapat dikombinasikan untuk mencapai tujuan produk. Jika diterapkan dengan benar, keduanya akan saling melengkapi. Product roadmap akan menyediakan payung untuk product backlog; merencanakan jangka panjang tentang kemungkinan pertumbuhan produk sedangkan backlog produk berisi rincian yang diperlukan untuk menciptakan produk.
Selain itu, mengintegrasikan product roadmap dan backlog akan dapat menghindari masalah tim seperti memprioritaskan task yang salah, lalu pihak eksekutif yang melihat informasi usang di roadmap, dan masalah lain yang muncul dari mereferensikan dokumen yang tidak up-to-date. Sinkronisasi juga dapat meng-update isu di backlog dan melihat perubahan tersebut tercermin pada roadmap .
Jika tim ingin meninjau item didalam backlog dan ingin cepat 'mengingatkan' tentang tujuan strategis tertentu dalam daftar --untuk menentukan apakah harus mengubah tingkat prioritasnya. Tim dapat dengan mudah melompat kembali ke roadmap untuk menemukan informasi tingkat strategis yang terkait dengan item tersebut. Atau sebaliknya.
Sumber: https://www.romanpichler.com/blog/product-roadmap-product-backlog/