Emosi memainkan peran sebagai
penyebab dan penyesuai tekanan karena emosi berkaitan dengan persoalan biologis dan psikologis (Rochyati, 2006). Emosi akan mempengaruhi bentuk dan jenis informasi yang akan dipanggil kembali dari memori. Individu yang berada pada kondisi positif cenderung untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan positif dan optimis akan keputusan yang diambilnya. Individu yang sedang bahagia akan optimis terhadap besarnya kemungkinan memberikan hasil keputusan yang positif, begitu juga sebaliknya (Fineman, Sims, dan Gabriel, 2005).
Pada proses pengambilan keputusan dengan setting tingkat emosi yang rendah, pengambil keputusan akan menghabiskan lebih banyak waktu dan mempertimbangkan lebih banyak informasi dalam menghasilkan
keputusan. Para pengambil keputusan ini akan mengunakan strategi problem-focused coping untuk menghasilkan keputusan yang lebih akurat. Sedangkan ketika berada pada setting emosi yang tinggi, para pengambil keputusan akan menggunakan strategi emotional-focused coping yang akan melibatkan usaha-usaha untuk menghindari distress dari emotionaltrade-off difficulty (Hoch, Kurnreuther, & Gunther, 2001)