Ketika tim kita ditanya apakah mereka bekerja dengan penuh motivasi, pasti jawabannya adalah iya. Tapi apakah benar demikian ? Apa saja tanda-tanda yang dapat kita lihat kalau tim kita bekerja dengan penuh motivasi?
Keliatan banget orang yang kerjanya karena termotivasi dengan orang yang kerjanya karena terpaksa. Semua itu bisa terlihat didalam perilakunya ketika bekerja. Orang yang termotivasi selalu bekerja dengan penuh semangat, mempunyai rasa keinginan-tahuan yang tinggi dan selalu menantang dirinya untuk menjadi lebih baik. Walaupun hal-hal itu terlihat abstrak, tetapi ada beberapa hal yang lebih nyata, yang bisa dijadikan indikator bahwa seseorang bekerja dengan penuh motivasi.
Ber-tanggung jawab dalam melaksanakan tugas
Tanggungjawab merupakan hal yang paling utama dalam dunia profesional. Ketika seseorang sudah mau menerima pekerjaan yang ditawarkan, maka mereka harus mempunyai komitmen terhadap pilihannya tersebut. Orang yang bekerja dengan terpaksa seringkali melempar tanggungjawab karena mereka memang sejatinya tidak ingin bekerja disana.
Melaksanakan tugas dengan target dan tugas yang jelas dan menantang.
Salah satu tanggungjawab yang diemban oleh seorang profesional adalah mempunyai target dan tujuan yang jelas. Tanpa tujuan dan target yang jelas, mereka biasanya akan bekerja seadanya, yang seakan-akan hanya memenuhi kewajiban untuk hadir di kantor saja, tanpa mempedulikan produktivitasnya.
Tetapi orang yang termotivasi akan berperilaku sebaliknya. Walaupun pimpinan tidak memberikan tujuan dan target yang jelas, tetapi mereka akan membuat target untuk dirinya sendiri. Pemimpin biasanya memang hanya memberikan visi, sedangkan timnya-lah yang menjabarkan kedalam target-target kecil.
Selain itu, orang yang termotivasi akan membuat target yang membuat dirinya tertantang untuk mewujudkannya. Mereka tidak suka dengan target yang bersifat medioker. Mereka lebih suka target dan tujuan yang bersifat bombastis. Dengan target yang bombastis tersebut akan membut dirinya semakin tertantang, dan dengan sendirinya akan membuat dirinya semakin termotivasi untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas.

Meminta umpan balik atas hasil pekerjaannya.
Orang yang termotivasi seringkali ada orang yang selalu ingin belajar. Begitu juga ketika bekerja, mereka menganggap bahwa apa yang dikerjakannya merupakan proses pembelajaran. Istilah kerennya adalah learning by doing.
Karena mereka menganggap bahwa bekerja adalah proses pembelajaran, maka mendapatkan umpan balik dari timnya dan atasannya merupakan suatu kebutuhan. Dari umpan balik tersebut, mereka akan mendapatkan kritikan dan saran untuk bekerja lebih baik lagi.
Kalau orang yang bekerja dengan tidak termotivasi, serinya malah menyembunyikan atau menutup-nutupi kualitas pekerjaannya. Bagi mereka, yang penting selesai. Bahkan ketika hasil pekerjaannya dikomentari, mereka langsung merasa tidak senang dan berusaha untuk membela diri. Orang seperti ini adalah orang yang tidak akan pernah belajar.
Memiliki rasa senang dalam bekerja.
Orang yang termotivasi ketika bekerja terlihat sangat menyenangi dan menikmati pekerjaannya. Tantangan yang ada itulah yang membuat mereka merasa senang ketika bekerja. Bekerja ibarat bermain bagi mereka.
Selalu berusaha mengungguli orang lain dengan prestasinya.
Hampir semua orang ingin unggul dibandingkan dengan orang lain. Begitu juga dalam bekerja, mereka ingin mencapai prestasi yang lebih baik dibandingkan rekan-rekannya. Menjadi unggul dari sisi prestasi merupakan motivasi positif ketika bekerja.
Unggul bukan berarti hanya terlihat lebih baik dibandingkan rekan kerjanya. Kalau unggul hanya dilihat sebatas itu, bisa jadi mereka lebih memilih untuk menjelek-jelekan rekan kerjanya hanya agar terlihat unggul di mata atasannya. Bahkan bisa jadi mereka menghalalkan segala cara untuk mencapainya, misalnya dengan melakukan fitnah. Perbuatan seperti itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki kemampuan.