Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Antara Kepribadian dan Pekerjaan, Apakah Berkorelasi?

HA Hanif Mursyida 5 years ago

Kita tentu pernah mendengar kalimat "kalau orang pendiam cocoknya kerja jadi ini, kalau kamu suka bersosialiasi cocok jadi ini". Kalimat-kalimat tersebut secara tersirat menyatakan bahwa jenis pekerjaan berhubungan dengan kepribadian seseorang. Sebenarnya apakah ada korelasi antara kepribadian dan pekerjaan?

24

Ya, terdapat korelasi antara kepribadian dan pekerjaan. Beberapa studi menunjukkan bahwa kepribadian seseorang dapat mempengaruhi pilihan karir dan kinerja di tempat kerja.

Beberapa contoh kepribadian yang terkait dengan pekerjaan tertentu antara lain:

  1. Kepribadian ekstrovert cenderung lebih cocok untuk pekerjaan yang melibatkan interaksi sosial yang intens seperti pemasaran, penjualan, atau layanan pelanggan.
  2. Kepribadian introvert cenderung lebih cocok untuk pekerjaan yang melibatkan bekerja secara independen seperti penelitian atau pekerjaan di bidang teknologi.
  3. Kepribadian yang akurat dan teliti cenderung lebih cocok untuk pekerjaan yang memerlukan keakuratan seperti akuntansi atau audit.
  4. Kepribadian yang kreatif dan inovatif cenderung lebih cocok untuk pekerjaan yang melibatkan penemuan ide-ide baru seperti seniman, penulis, atau desainer.
  5. Kepribadian yang sabar dan stabil emosinya cenderung lebih cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan dalam menangani tekanan dan stres, seperti di bidang medis, keperawatan, atau pekerjaan di bidang keamanan.
  6. Kepribadian yang terbuka terhadap pengalaman baru cenderung lebih cocok untuk pekerjaan yang melibatkan kreativitas dan inovasi seperti di bidang seni, desain, atau teknologi.
  7. Kepribadian yang terorganisir dan sistematis cenderung lebih cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan manajemen, seperti manajer proyek atau manajer operasional.
  8. Kepribadian yang kooperatif dan ramah cenderung lebih cocok untuk pekerjaan yang melibatkan kerja tim, seperti di bidang keuangan atau pemasaran.
  9. Kepribadian yang penuh perhatian terhadap detail dan kualitas cenderung lebih cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan teknis yang tinggi, seperti di bidang teknik atau ilmu komputer.
  10. Kepribadian yang mandiri dan mandiri cenderung lebih cocok untuk pekerjaan yang melibatkan kerja sendiri seperti di bidang penulisan atau konsultasi.
  11. Kepribadian yang berorientasi pada tugas dan tujuan cenderung lebih cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan produktivitas yang tinggi, seperti di bidang manufaktur atau logistik.
  12. Kepribadian yang berorientasi pada orang dan empati cenderung lebih cocok untuk pekerjaan yang melibatkan perhatian terhadap orang lain seperti di bidang kesehatan, layanan sosial, atau pendidikan.

Namun, penting untuk diingat bahwa seseorang dapat mengembangkan keterampilan dan adaptasi diri pada lingkungan kerja tertentu, bahkan jika kepribadiannya tidak sepenuhnya cocok untuk pekerjaan tersebut. Kepribadian hanyalah satu faktor dalam memilih karir dan tidak harus menjadi satu-satunya pertimbangan.

Kembali lagi, penting untuk diingat bahwa kepribadian hanyalah satu faktor dalam memilih karir, dan tidak harus menjadi satu-satunya pertimbangan. Selain faktor kepribadian, minat, bakat, nilai-nilai, dan pengalaman juga dapat mempengaruhi pilihan karir dan kinerja di tempat kerja.

Jurnal Penelitian Yang Mendukung Hubungan Antara Kepribadian Dan Pilihan Karir

Terdapat penelitian-penelitian yang menunjukkan bahwa kepribadian dapat mempengaruhi preferensi karir, kinerja di tempat kerja, dan keberhasilan karir seseorang. Namun, hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa faktor-faktor lain seperti minat dan bakat juga perlu dipertimbangkan dalam memilih karir.

Berikut beberapa penelitian yang menemukan hubungan antara kepribadian dan pilihan karir seseorang,

"The Big Five Personality Traits, General Mental Ability, and Career Success Across the Life Span" oleh Brent W. Roberts, Kibeom Lee, dan Michael C. Ashton (Journal of Personality and Social Psychology, 2006).

Studi ini menunjukkan bahwa kepribadian memainkan peran penting dalam keberhasilan karir seseorang dan bahwa lima faktor kepribadian utama ("Big Five") - yaitu kecerdasan emosional, kestabilan emosi, keakraban, keterbukaan, dan kesungguhan - secara signifikan memprediksi keberhasilan karir. Studi ini juga menemukan bahwa faktor kepribadian lebih mempengaruhi keberhasilan karir pada awal karir, tetapi faktor kemampuan mental umum (general mental ability) menjadi lebih penting dalam keberhasilan karir pada tahap selanjutnya.

"The Relationship Between Personality Traits, Subjective Career Success, and Job Satisfaction Among ICT Professionals" oleh Sara Liyanage dan Achala C. Munasinghe (Journal of Business and Psychology, 2016).

Studi ini menunjukkan bahwa kepribadian dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan kesuksesan karir pada profesional teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Studi ini menemukan bahwa faktor-faktor kepribadian seperti keterbukaan dan kesungguhan mempengaruhi kepuasan kerja, sedangkan faktor kepribadian seperti keakraban, kesungguhan, dan keterbukaan mempengaruhi kesuksesan karir subjektif pada profesional ICT.

"Personality and Career Success: The Importance of Emotional and Social Competencies" oleh Richard E. Boyatzis, Daniel Goleman, dan Hayagreeva Rao (Frontiers in Psychology, 2018).

Studi ini menunjukkan bahwa keberhasilan karir seseorang dipengaruhi oleh kemampuan emosional dan sosialnya. Studi ini menekankan bahwa selain faktor kepribadian, kemampuan emosional dan sosial seperti empati, kemampuan untuk bekerja dalam tim, dan komunikasi yang efektif juga memainkan peran penting dalam keberhasilan karir. Studi ini juga menunjukkan bahwa kemampuan emosional dan sosial dapat dikembangkan melalui latihan dan pelatihan.

"Personality, Vocational Interests, and Career Exploration: A Meta-Analysis of the Strong Interest Inventory" oleh Emily C. Nusbaum dan Deniz S. Ones (Journal of Vocational Behavior, 2000).

Studi ini menunjukkan bahwa kepribadian dan minat kerja saling terkait, dan bahwa mempertimbangkan kedua faktor ini dapat membantu seseorang dalam menemukan karir yang cocok untuk mereka. Studi ini menemukan bahwa faktor kepribadian seperti keterbukaan dan kesungguhan berkorelasi positif dengan minat di bidang-bidang tertentu seperti seni dan sains. Studi ini juga menemukan bahwa mempertimbangkan kedua faktor dapat membantu seseorang dalam melakukan eksplorasi.