Kalau saya pribadi, awalnya mengenal thrift shop sejak 2 tahun lalu karena sering diajak oleh teman kampus ke pasar-pasar baju bekas. Jadi, saya juga tertarik karena lumayan bisa gonta ganti baju buat ke kampus dengan harga yang murah dan brand yang bagus. Cuman bedanya, para online shop sekarang, membuat baju bekas itu seperti barang baru dengan tampilan packaging yang menarik, bahkan baju-baju bekas itu di laundry. Dulu, ketika kuliah saya sempat menyambangi pasar-pasar baju bekas di Malang dan di TP pagi Surabaya. Di situ, banyak sekali pedagang baju-baju, sepatu, celana, jaket sport, dan lain sebagainya. Hampir semua lapak rame, harganya kebanyakan ada yang cuman 15rb.
Kegiatan thrifting ini memang sudah lama diminati oleh beberapa orang, tetapi baru menjadi sebuah tren sejak dikenalkan di tiktok oleh beberapa influencer. Keuntungan dari maraknya trend thrifting ialah pertama, kita ikut membantu pengusaha kecil atau UMKM. Kedua, menghemat. Ketiga, menjadi ide bisnis usaha. Dan terakhir adalah dengan thrfting kalian bisa ikut melindungi lingkungan serta mendukung program zero waste, seperti yang kita ketahui bahwa industri pakaian memiliki limbah tekstil yang dapat mencemari lingkungan.