Tari Sigale-Gale biasanya dilakukan pada upacara kematian, terutama saat laki-laki meninggal. Menurut kepercayaan masyarakat di sana, tarian ini dilakukan untuk mengantar arwah mendiang yang meninggal. Namun seiring dengan berjalannya waktu, tradisi ini mulai jarang dilakukan, sehingga keberadaan boneka sigale-gale pun mulai berkurang. sekarang, fungsi dari tari Sigale-Gale dikembangkan sebagai tarian pertunjukan. Dan sering ditampilkan di berbagai acara adat maupun budaya, bahkan menjadi salah satu daya tarik wisata bagi para wisatawan yang datang ke sana.