Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana cara memperbaiki pola pikir anak-anak untuk lebih menyukai lagu yang sesuai dengan umurnya?

444cbbb3-dae9-4a8f-993f-788dd2d934b5_169|690x388

Psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli MPsi, Psikolog menuturkan saat bernyanyi lagu dewasa, anak memang sekadar mengulang lirik lagu tersebut, tanpa terlalu paham arti kata yang digunakan. Namun, suatu hari dia akan paham makna lagu tersebut dengan lebih cepat.

Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, psikolog klinis Sandy Kartasasmita, mengatakan, pada anak mendengar bahkan menyanyikan lagu orang dewasa bisa berdampak kurang baik terhadap perkembangan mentalnya. Sebab, dengan menyanyikan lagu orang dewasa, anak akan belajar dan meyakini bahwa apa yang diucapkannya tersebut adalah satu kebenaran.

Apabila anak sudah telanjur menyanyikan lagu dewasa, menurut Sandy orang tua perlu memberikan penjelasan sesuai dengan kapasitas perkembangan anak-anak. Misalnya menjelaskan pada si kecil apa itu cinta dan apa yang membuat seseorang harus mencintai orang lain atau sesama. Lalu bagaimana menurut pendapat anda tentang masalah ini?

Sumber

20

ada beberapa hal yang bisa kita coba untuk menjaga anak dari pengaruh lagu dewasa, antara lain:

  1. Dampingilah anak saat menonton televisi.
    Pastikan mereka tidak menonton program yang di dalamnya diperdengarkan lagu-lagu dewasa, apalagi jika anak kecil/remaja yang menyanyikannya. Potensi anak meniru yang mereka tonton dan dengar sangat besar.

  2. Kembangkan potensi anak, mungkin ada anak yang berbakat di dunia tarik suara atau musik.
    Tugas orang tua memang untuk mengembangkan potensi anak. Namun yang perlu menjadi catatan adalah kita harus memastikan mereka belajar lagu yang sesuai dengan umur mereka. Kita sangat merindukan anak-anak yang menyanyikan lagu islami anak.

  3. Jangan sampai lagu menjadi porsi utama konsumsi anak-anak setiap harinya
    Kita harus lebih sering memperdengarkan kepada mereka bacaan-bacaan Al-Qur’an agar mereka terbiasa mendengar Qur’an, sekalipun mereka belum bisa membaca Qur’an. Sangat menyedihkan jika karena mereka jarang mendengar bacaan Qur’an dari qori’-qori’ hebat sehingga saat beranjak dewasa mereka menganggap jika ada bacaan qur’an hanya diperdengarkan saat ada orang meninggal dunia atau saat menjelang sholat Jum’at saja.

  4. Menguatkan pendiriannya dengan pendekatan nilai agama.
    Jika teman-temannya yang sering bergaul dengannya sering mendengar lagu-lagu tersebut ataupun menyanyikannya, maka kita harus menguatkan pendiriannya dengan pendekatan nilai agama.”Sayang, Allah itu suka sama orang yang mengajak orang lain berbuat baik. Kakak mau disayang Allah gak? Makanya, kalau dengarkan lagu, lagu yang islami, yang bisa bikin orang semangat sholat, suka sholawat, dan cinta Islam. Kalau kita sering dengerin lagu yang gak jelas isinya dan apalagi nyanyiin., wah hati-hati nanti Allah gak sayang lagi sama kita. Kakak mau?”. Insya Allah dengan begitu anak menjadi paham kenapa dia harus menghindari lagu-lagu yang tak pantas didengar.