Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Siringmakar 13: “Mendalami Proses Produksi Pulp dan Kertas”

JO Joel Silalahi 8 years ago

https://i0.wp.com/warstek.com/wp-content/uploads/2018/02/off-machine-coater-fingerprint.jpg?resize=800%2C445&ssl=1

Kertas telah mengubah peradaban manusia sejak ditemukannya. Kertas telah banyak di gunakan sejak zaman dahulu, tetapi masih banyak dari kita yang belum mengerti tentang pembuatan kertas. Padahal kita telah menggunakannya selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun lamanya. Bisa jadi karena ketidaktahuan itu pula kita cenderung boros memakai kertas.

Industri pulp dan kertas adalah salah satu kelompok industri kimia yang menjadi unggulan Indonesia. Peran kertas dalam kehidupan tidak hanya sebagai tulis menulis. Tetapi telah merambah dibanyak hal seperti packaging, merchandise, hingga penelitian seperti kertas saring, lakmus, dan lainnya.

23

Sejak zaman dahulu kertas telah banyak digunakan, tetapi banyak dari diri kita yang belum mengetahui tentang pembuatan kertas, khususnya pembuatan kertas di industri kertas. Perlu kita ketahui bahwa Industri pulp dan kertas di Indonesia merupakan salah satu industri unggulan yang terus dipacu pengembangannya, karena memiliki ketersediaan bahan baku dan pasar domestik yang cukup besar serta didukung dengan penerapan teknologi canggih. Tidak tanggung-tanggung Indonesia merupakan produsen kertas urutan ke-6 dunia dan produsen pulp urutan ke-9 dunia.

Kertas yang diproduksi saat ini begitu beragam, mulai dari kertas untuk keperluan menulis, medis, packaging, kosmetik, dan sebagainya. Kebutuhan konsumsi kertas per kapita semakin meningkat dan ditambah dengan bergesernya konsumsi kertas ke berbagai aspek, Kertas yang diproduksi oleh industri pulp dan kertas terus berinovasi dan menerapkan teknologi canggih, sehingga produksi yang dihasilkan semakin meningkat dengan waktu yang relatif cepat sesuai kebutuhan masyarakat. Sebagai ilustrasi, untuk pembuatan pulp dari 1 line proses dapat menghasilkan lebih dari 3600 ton/ hari.

Karena Industri Pulp dan kertas di Indonesia merupakan Industri yang besar dan bahkan menjadi unggulan, alangkah baiknya kita dapat mengetahui bagaimana proses pembuatan pulp sampai menjadi kertas yang kita kenal sekarang.

Kita awali dari proses pembuatan pulp. Mungkin sebagian dari kita belum begitu mengenal istilah Pulp, ‘kan?. Bagi yang belum tahu, pulp adalah hasil pemisahan serat dari bahan tak berserat atau bisa dikatakan sebagai bubur kertas. Sumber bahan baku pulp berasal dari tanaman berserat, tidak semua tanaman berserat dapat dijadikan pulp, tetapi kualitas pulp yang dihasilkan belum tentu cukup ekonomis dan baik sehingga tidak dapat bersaing di pasaran.

Terdapat 2 jenis bahan baku yaitu wood (Acacia, Eucalyptus, dsb.) dan non-wood (pelepah pisang, kenaf, bambu, dsb). Dari kedua jenis ini industri pulp dan kertas memakai bahan baku wood. Bahan baku wood juga terbagi lagi menjadi 2 jenis yaitu kayu serat panjang (softwood) dan kayu serat pendek (hardwood), kedua bahan baku ini akan menghasilkan jenis pulp yang berbeda pula.

Ada 4 (empat) proses pembuatan kertas yaitu:

  • Mekanis
  • Kimia
  • Semikimia
  • Biologi

image|690x1006

Secara umum proses pembuatan kertas pada Industri pulp menggunakan proses kimia. Proses kimia yang digunakan pada Industri pulp adalah Proses Alkali Kraft. Berikut proses pembuatan pulp di Industri pulp dan kertas:

image|689x1024

1). Wood Preparation : Proses ini merupakan tahap awal persiapan kayu sebagai bahan baku yang akan dijadikan serpihan kayu (chip). Potongan kayu dari Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan panjang 2-3 meter dan diameter sekitar 30 cm diangkut dan ditumpuk ditempat penumpukan kayu sementara (log yard) sekitar tiga bulan. Log kayu selanjutnya dikirim ke Conveyor belt menuju alat pengupas kulit (debarker), proses ini dinamakan Debarking. Kayu yang telah dikuliti lalu diumpankan ke Chipper yang berfungsi memotong kayu menjadi serpihan kayu (chip). Chip selanjutnya akan dikirim ke Penyaringan utama (main screening) untuk memisahkan accept, oversize, dan pin chips. Chip yang berukuran standar akan dibawa Conveyor untuk ditumpuk ke tempat penumpukkan chip (chip yard) sebelum digunakan sebagai bahan baku di Unit Pembuatan Pulp.

2). Cooking : Proses Cooking ini adalah proses terpenting yang bertujuan melarutkan komponen lignin dalam kayu dengan menggunakan chemicals dan panas. Untuk mendapatkan keseragaman kualitas pulp cooking, diperlukan kualitas chip yang baik dan seragam. Pada Industri pulp umumnya menggunakan Proses Alkali atau dikenal dengan Proses Kraft. Proses Cooking ini berlangsung di dalam vessel besar bertekanan yang bernama Digester. Chips akan masuk ke dalam Digester, bersamaan dengan chemicals serta steam. Dalam proses ini variabel suhu, waktu, rasio, dan konsentrasi chemicals harus diperhatikan. Chemicals yang digunakan dalam Pulping Kraft dikenal dengan nama “white liquor” yang mengandung NaOH dan Na2S. “White liquor” ini akan melarutkan lignin sehingga didapat fiber yang diinginkan. Lignin yang terlarut dalam “white liquor” tadi dinamakan “black liquor” karena visualnya memang berwarna hitam. Kemudian “black liquor” ini akan dikirim ke Chemical Recovery untuk di-recovery menjadi “white liquor” kembali.

3). Washing : Setelah Proses Cooking tentunya pulp yang dihasilkan belum sepenuhnya bersih dari lignin yang terlarut tadi, sehingga dilakukan Washing menggunakan washer diffuser atau press wash, setiap industri memiliki tipe washer yang berbeda.

4). Screening : Setelah Washing maka perlu dilakukan Screening yang secara selektif memisahkan zat-zat terlarut dari pulp. Bahan-bahan yang dipisahkan pada screening adalah Knot (mata kayu), Shives (bundel dari dua atau lebih berat), Dirt (kotoran), plastik. Partikel yang dipisahkan dikonsentrasikan pada sebuah aliran sehingga mereka dapat dibuang.

5). Oxygen Delignification : Setelah Proses Washing dan Screening maka dilakukan proses Oxygen Delignification yang bertujuan untuk membersihkan lignin yang masih tersisa dari pulping, sehingga dapat mengurangi jumlah lignin yang masuk proses selanjutnya. Selain itu proses ini juga dapat mengurangi konsumsi bahan kimia di dalam proses Bleaching serta mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari proses dari proses Bleaching.

6). Bleaching : Tujuan dari proses Bleaching adalah meningkatkan Brightness (kecerahan) pulp, meningkatkan kebersihan pulp, serta mengeluarkan kotoran. Prinsip dari Bleaching ini adalah mngeluarkan sisa lignin untuk mendapatkan kecerahan pulp yang tinggi. Bleaching memiliki beberapa urutan proses (sequences) yang berbeda tergantung dari kecerahan yang diinginkan. Selain itu juga tiap tahap menggunakan chemicals yang berbeda. Berikut beberapa chemicals yang dapat dipakai:

Chlorine gas (C) – Chlorination;
NaOH (E) – Ekstraksi;
ClO2 (D) – Chlorine dioxida;
NaClO / Ca(ClO)2 (H) – Hypo chloride;
O2 (O) – Oksigen;
H2O2 (P) – Peroxide;
O3 (Z) – Ozone;
EDTA (Q) – Chelating agent;
Enzyme (X).
Sedikit catatan bahwa tidak semua pulp itu dilakukan Bleaching, tergantung jenis pulp yang akan diproduksi. Contohnya untuk pulp yang digunakan untuk pembuatan kertas kantong semen maka tidak diperlukan Bleaching. Pulp yng melalui proses bleaching disebut “bleached pulp”, sedangkan yang tidak melalui proses bleaching disebut “unbleached pulp”.

Untuk beberapa Industri menerapkan Integrated Mill, sehingga setelah proses Bleaching akan dilanjutkan ke proses pembuatan kertas. Jika Industri kertas yang tidak terintegrasi maka pulp yang telah di-bleaching tadi akan dilakukan proses pembentukkan lembaran pulp yang siap dikirim ke tiap pabrik kertas.

Sekarang kita masuk pada proses pembuatan kertas. Pada proses pembuatan kertas terdapat 2 tahap, yaitu Wet end dan Dry end serta Rewinder.

  • Wet End adalah proses persiapan, pencampuran aditif, dan pembentukkan lembaran kertas dimana kadar air yang terkandung masih cukup tinggi.
  • Dry End adalah proses lanjutan yang dapat mengeluarkan kandungan air yang tersisa.
  • Rewinder adalah proses penggulungan ulang kertas dari gulungan kertas besar (jumbo roll) menjadi gulungan yang lebih kecil dan memotongnya dengan lebar tertentu.

Sumber:
warstek.com