Jawaban dari mengapa ruang angkasa gelap ternyata cukup sederhana; di ruang angkasa sana tidak ada atmosfer untuk memantulkan berapa banyakpun cahaya, Misalnya saat kita berada di permukaan Bulan, kita akan melihat langit yang gelap atau hitam padahal siang hari karena tidak ada atmosfer di sana.
Yang kedua, jumlah molekul yang bisa memantulkan cahaya di ruang angkasa hanya sedikit. Tidak seperti di Bumi kita, yang memiliki banyak cermin atau alat pemantul cahaya lainnya di mana memungkinkan untuk memantulkan cahaya yang ada.
Yang ketiga, benda-benda di ruang angkasa dibedakan menjadi 3, yaitu materi yang berisi gas, bintang dan objek tak terlihat lainnya (materi gelap dan energi gelap), yang masing-masing secara berurutan jumlahnya adalah 4%, 22%, dan 74%. Jadi meski ada banyak sekali bintang, ternyata itu hanya sekitar 4%-nya saja.
Yang ke-empat, alam semesta adalah suatu ruang yang tidak terbatas. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bintang yang jumlahnya seakan tak terhitung tadi, ternyata hanya menyumbang 4% dari keseluruhan alam semesta. Itulah mengapa bintang-bintang tidak bisa menyinari gelapnya ruang angkasa.
Analoginya, "mengandalkan" bintang-bintang untuk menerangi ruang angkasa adalah seperti menghidupkan lampu led 2 watt di ruangan yang penuh dengan kain hitam transparan.
Sumber : http://www.infoastronomy.org/2016/11/mengapa-ruang-angkasa-gelap.html#ixzz5DxADi0ec