Terdapat beberapa teori yang mengungkapkan mengapa es licin. Teori pertama adalah bahwa tekanan mencairkan es. Misalnya, jika Anda menginjak es, es itu akan meleleh karena tekanan berat tubuh Anda dan menjadi licin. Teori lain adalah bahwa gesekan akan melelehkan es, dengan kata lain bergerak di atas es menciptakan gesekan dan membuatnya licin. Namun, tak satu pun dari ini menjelaskan mengapa Anda tergelincir di es saat Anda menginjaknya sebelum ada waktu untuk terjadinya tekanan atau gesekan untuk mencairkan.
Teori lain yang cukup masuk akal adalah Terdapat lapisan air yang sangat tipis di atas es. Teori ini pertama kali diusulkan oleh fisikawan Michael Faraday, kemudian diverifikasi oleh para ilmuwan pada tahun 1987 yang mengidentifikasi lapisan air "semu-cair" yang berada di atas es. Permukaan es tidak memiliki banyak molekul untuk terhubung dan membuat kristal padat, sehingga molekul es tidak teratur dan dengan demikian tetap dalam keadaan cair. Meskipun lapisan ini sangat tipis, itu sudah cukup untuk membuat Anda terpeleset begitu Anda menginjaknya. Hal inilah yang menyebabkan mengapa es itu licin.