Fisi nuklir adalah proses pembelahan inti menjadi bagian-bagian yang hampir setara, dan melepaskan energi dan neutron dalam prosesnya. Jika neutron ini ditangkap oleh inti lainnya yang tidak stabil, inti tersebut akan membelah juga dan memicu reaksi berantai. Reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan inti atom (nukleus) akibat tubrukan inti atom lainnya sehingga menghasilkan energi dan atom baru yang mempunyai massa lebih kecil dan juga radiasi
elektromagnetik. Kalau reaksi fisi menghasilkan radiasi elektromagnetik, maka reaksi fusi menghasilkan radiasi sinar alfa, beta dan gamma.
Reaksi fisi (nuclear fission) adalah proses dimana suatu inti berat(nomor massa >200) membelah diri membentuk inti-inti yang lebih kecildengan massa menengah dan satu atau lebih neutron. Karena inti berat tidakstabil dibandingkan produknya , proses ini melepaskan banyak energi.
Reaksi fisi inti yang dikaji pertama kali ialah pembombardiranuranium-235 dengan neutron lambat, yang kecepatannya sebanding dengankecepatan molekul udara pada suhu kamar. Pada kondisi ini, uranium-235mengalami fisi.
Beberapa contoh reaksi pembelahan inti :
Pada setiap pembelahan inti selalu dihasilkan energy sekitar 200MeV. Neutronyang dihasilkan dari reaksi pembelahan pertama dapat digunakan untukmenembak inti pada reaksi-reaksi pmbelahan selanjutnya, sehingga dapatterjadi reaksi pembelahan inti secara berantai. Energy yag dihasilkan pada pembelahan 235 gram 235-U ekivalen dengan energy yang dihasilkan pada pembakaran 500 ton batubara.
Reaksi fisi memiliki teori mengenai pembelahan inti yang digunakanoleh Lise Meitner–Otto Frisch dan Bohr–Wheeler pada tahun 1939. Teoritersebut dikembangkan berdasarkan model tetes cairan dengan memperhatikan.
1. Gaya-gaya yang bekerja dan berpengaruh terhadap bentuk intidalam keadaan tereksitasi.
1. Energi yang mendorong pembelahan inti dan energi pengikatyang menghalangi pembelahan inti.
Penjelasan mengenai kedua hal tersebut dikemukakan sebagai berikut :
1. Distorsi bentuk inti dalam keadaan tereksitasi
Bentuk inti ditentukan oleh gaya yang berlawanan yaitu: gaya tegangan permukaan yang cenderung mempertahankan bentuk sferik bola (agar luas permukaan minimum) dan gaya coulomb yang cenderung mengarah ke bentuk terdistorsi karena gaya tolak menolak antar proton. Bila suatu intitereksitasi karena menangkap neutron atau karena sebab lain, ia berisolasidan menghasilkan bentuk-bentuk terdiatorsi secara periodik. Jika energieksitasi tidak cukup memadai maka proses deeksitasi melalui pemancaran partikel alfa, dengan proses ini inti kembali terbentuk sferik. Sedangkan bila energy eksitasi cukup memadai, derajat distorsi meningkat dari bentukellipsoid menjdai bentuk yang menyempit ditengah sampai pada keadaandeformasi kritis, inti pecah menjadi dua fragmen yang masing-masingmembentuk sferik bola kembali disertai dengan pelepasan beberapaneutron. Teori Bohr–Wheeler mengungkapkan energi potensial intisebagai suatu fungsi deformasi pada setiap tahap proses pembelahandinyatakan sebagai r, parameter jarak pisah pusat massa kedua fragmen belahan.
- Energetika pembelahan inti
Pembelahan inti
menjadi fragment
dan
secara energetika,kebolehjadiannya diperhitungkan dari dua jenis energy yang saling berlawanan yaitu energy yang mendorong pembelahan, Ef, dan energyyang menghalangi pembelahan Eb.