Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apakah Buaya merupakan satu-satunya Dinosaurus yang tersisa di Bumi ?

dinosaurus|690x360

Generasi awal dinosaurus hidup bersama hewan reptilian lainnya,seperti kadal,buaya primitive,dan binatang amfibi.Kata dinosaurus berasal dari bahasa Yunani deinos yang artinya mengerikan,dan sauros yang berarti kadal.Jadi,Dinosaurus berarti“Kadal yang mengerikan”.Mereka diberi nama seperti itu karena fosil dinosaurus yang pertama kali ditemukan sangat besar,padahal ukuran dan bentuk dinosaurus sangat beragam dari yang terkecil sebesar ayam,sedangkan yang terbesar akan membuat gedung berlantai empat terlihat kecil.Beberapa dinosaurus adalah pemakan daging dan sebagian lainnya adalah pemakan tumbuhan.Dinosaurus hanya hidup di darat dan yang hidup di udara disebut Pterosaurus sedangkan yang hidup di air disebut Plesiosaurus.Pada umumnya,dinosaurus memiliki tubuh yang besar dan kuat.Terlihat seperti hewan yang sangat menyeramkan.

435px-Crocodilia_collage|435x326
Buaya merupakan rumpun reptilia pemangsa besar separa akuatik yang tergolong dalam order Crocodilia (atau Crocodylia). Buaya mula-mula muncul 83.5 juta tahun dahulu pada Akhir Usia Kapur (tahap Campanian) dan merupakan saudara hidup terdekat bagi burung kerana kedua-dua rumpun ini adalah ahli Archosauria yang tinggal. Ahli-ahli total group order ini, iaitu klad Pseudosuchia, muncul kira-kira 250 tahun dahulu pada usia Awal Trias lalu berdiversifikasi sepanjang era Mesozoik. Order Crocodilia termasuklah suku "buaya sejati" (keluarga Crocodylidae), suku aligator (keluarga Alligatoridae), dan suku gharial dan jejulung (keluarga Gavialidae).

Menurut kalian sendiri apakah buaya merupakan aatu-satunya dinosaurus yang tersisa di bumi ?

19

Alih-alih dengungan serangga yang tak putus-putus mengaburkan geraman dinosaurus raksasa, hanya ada kesunyian, yang sesekali dipecahkan suara angin. Kegelapan merajalela: warna biru, hijau, kuning, dan merah yang pernah menari-nari di bawah sinar matahari telah sirna.
Itulah kondisi Bumi setelah tabrakan asteroid selebar 9,6 kilometer, 66 juta tahun lalu.
“Dalam hitungan menit sampai jam, Bumi berubah dari tempat yang subur dan penuh kehidupan menjadi hening total dan kosong,” kata Daniel Durda, ilmuwan dari Southwest Research Institute di Colorado. “Terutama dalam radius ribuan kilometer di sekeliling lokasi benturan, semuanya tersapu bersih