Saat kita bermimpi, kita mengalami fase tidur yang dinamakan REM atau Rapid Eye Movement, ditandai dengan gerak cepat dari bola mata kita. Mungkin kalian sering lupa akan mimpi yang kalian alami, tiba tiba saat pagi hari tiba, kalian melupakan semua mimpi itu seakan tidak ada apa apa.
Namun, saat kalian mencoba berusaha untuk "memanggil" kembali mimpi tersebut untuk diingat, yang ada justru malah semakin tidak ingat. Mengapa sih terjadi hal yang demikian? Sebenarnya melupakan mimpi itu sampai sekarang kita belum mengetahui secara pasti, tetapi sudah banyak hipotesis yang diuji dan hasilnya adalah kita lebih sering melupakan mimpi yang kita anggap tidak begitu berpengaruh/tidak penting dalam kehidupan kita.
Penelitian panjang dari bagaimana cara kita melupakan mimpi ini menuaikan rasa ingin tahu yang besar di kalangan peneliti khususnya neurolog dan psikolog. Pada dasarnya, manusia memang sering melupakan hal-hal remeh, namun kemudian hari dapat menjadi penting hal yang diremehkan tersebut, ini normal dan masih manusiawi. Tapi, jika kita saat dalam fase REM atau bermimpi, jika kita fokus pada pikiran dan mimpi tersebut menarik dan membawa pengaruh hidup kita, itu akan mengaktifkan sel dalam DLPFC atau Dorsolateral Prefrontal Cortex, bagian otak di area prefrontal cortex yang memfasilitasi memori.
Sumber:
https://en.wikipedia.org/wiki/Dorsolateral_prefrontal_cortex
https://www.scientificamerican.com/article/why-do-memories-of-vivid-dreams/
https://www.huffingtonpost.com/dreamscloud/remembering-dreams_b_8009552.html