Jika Bahasa Inggris dijadikan bahasa resmi oleh seluruh negara di dunia, maka saya rasa dunia ini akan kehilangan keberagaman bahasanya. Setuju dengan pendapat kak @ClaudiaA, salah satu faktor penting dalam identitas suatu bangsa/ negara adalah bahasa nasional. Secara simbolik, memiliki bahasa nasional sendiri adalah hal yang penting karena menunjukkan independensi dari pengaruh negara lain, terutama negara-negara barat. Ini akan menimbulkan semacam penjajahan budaya, dalam hal ini bahasa.
Memang benar bahwa Bahasa Inggris digunakan di seluruh dunia. Bahasa Inggris menyandang status sebagai Bahasa Global (World Language) karena memiliki jumlah penutur yang banyak atau tersebar di berbagai belahan dunia. Hal ini tidak terlepas dari kolonisasi Inggris di masa lampau. Inggris menguasai banyak wilayah yang tersebar di semua zona waktu dunia, hingga pernah dijuluki "The Empire on Which the Sun Never Sets".
Sebuah bahasa disebut sebagai bahasa global jika penggunaannya menunjukkan dominasi ekonomi, politik, teknologi, dan budaya di antara para penuturnya. Sebagaimana kita tahu Bahasa Inggris memenuhi semua kriteria tersebut. Ia digunakan sebagai bahasa resmi PBB, Bank Sentral Eropa, bahasa kerja ASEAN, dan banyak organisasi internasional lain.
Jika bahasa Inggris benar-benar menjadi bahasa resmi semua negara, saya rasa ia akan hidup berdampingan dengan bahasa-bahasa setempat. Ia tidak akan benar-benar menggantikan bahasa lokal yang sudah "terikat" dengan kebudayaan setempat. Sebuah contoh ketika bahasa Catalan dan Basque dilarang pada masa rezim Franco di Spanyol, kedua bahasa ini tetap hidup dalam percakapan sehari-hari. Bahasa Spanyol sebagai bahasa resmi hanya digunakan dalam lingkup formal.
Kemungkinan yang kedua, sebagai konsekuensi dari poin sebelumnya, akan muncul banyak versi lokal dari Bahasa Inggris, tergantung daerah nya. Selama ini ada banyak versi lokal Bahasa Inggris seperti Chinglish (Chinese English), Singlish (Singapore English) Spanglish (Spanish English) bahkan ada juga Donglish (Indonesian English, contohnya bahasa "Jaksel"). Bisa-bisa nanti tiap daerah dan negara di dunia punya blend nya masing-masing.
Andai-andai yang ketiga, jika sekat bahasa semua negara di dunia sudah tiada lagi, mungkin saja rasa persatuan kita sebagai warga dunia alias global citizen akan semakin kuat. Bahasa Inggris akan berperan sebagai pemersatu suku-suku bangsa dunia. Walaupun ini menurut saya kurang sehat karena ada unsur dominasi budaya tertentu.

[details="Referensi"]
Gardiner, T. (2011). What would happen if all countries adopted English as their official language?. Quora. Dijawab pada 9 Desember 2011 di https://www.quora.com/What-would-happen-if-all-countries-adopted-English-as-their-official-language
Kontributor Wikipedia. Bahasa Global. Wikipedia Bahasa Indonesia. Diambil dari https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_global
[/details]