Tidak minder di tengah kaum laki-laki
Alamanda menarik perhatian lantaran dirinya bisa klop di dunia teknologi, bidang yang kerap identik kaum lelaki.
Ia kemudian mengerti tentang stigma bahwa industri teknologi dikuasai oleh para lelaki, sementara dirinya wanita yang sebetulnya sejak dini telah tertarik dengan hal yang berbau hi-tech.
"Sudah bisa coding sejak umur 14 tahun," ucap Alamanda. "Tapi saya rasa semakin ke sini peran wanita dan lelaki sudah semestinya seimbang, tidak ada perbedaan."

Alamanda menambahkan, selama ini tidak pernah mendapat pengalaman di mana dirinya direndahkan atau diremehkan hanya karena dirinya 'wanita yang kecemplung' di sektor teknologi. Menurut Alamanda, menjadi wanita di dunia teknologi khususnya berada di posisi kepemimpinan seperi dirinya, justru menjadi suatu kelebihan.
"Perempuan kan apa-apa pakai perasaan, jadi kita manfaatkan sense itu untuk membangun teamwork yang lebih kokoh," ujarnya.
Referensi:
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160611093823-185-137399/cerita-alamanda-dirayu-nadiem-bangun-gojek