
Dikalangan masayarakat khususnya masyarakat Jawa, etika jalan sedikit membungkuk di depan orang yang usianya lebih tua merupakan sebuah adab yang santun. Bagaimana tidak?, karena hal tersebut mengajarkan kita menghormati kepada Bapak, Ibu, atau orang yang lebih tua usianya dari kita, dan hal ini sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara jaman dahulu.
Etika dan perilaku orang Jawa Jalan bungkuk mengajarkan kita tentang Tata Krama dan sopan santun kepada anak agar menghormati orang yang lebih tua. Jalan bungkuk yang dimaksud adalah jalan dengan membungkukkan sedikit badan dengan tangan sebelah kebelakang pinggang dan tangan sebelahnya lagi lurus kebawah depan.
Mlaku mbungkuk disini maksudnya adalah berjalan membungkuk saat lewat di depan orang yang lebih tua. Perilaku orang Jawa seperti ini sudah ada sejak zaman dahulu. Bertujuan untuk mengajarkan tata krama dan sopan santun kepada anak, agar menghormati orang yang lebih tua. Posisi yang dimaksudkan dengan mlaku mbungkuk yaitu, membungkukkan badan ke bawah, kemudian meletakkan satu tangan di belakang (tepat di atas pinggang), kemudian tangan yang satunya diluruskan ke bawah agak ke depan. Biasanya orang yang jalan membungkuk sambil berkata “nyuwun sewu, nderek langkung”. Saat berjalan dengan membungkukkan badan seperti ini, haruslah berjalan pelan-pelan, bukan malah berlari. Hal seperti itu adalah cara orang Jawa yang lebih muda dalam menghormati orang yang lebih tua, apabila hendak lewat di depannya.
“Dalam interaksi sehari-hari di masyarakat Jawa, orang lebih muda akan selalu membungkukkan badannya ketika sedang berjalan di depan orang yang lebih tua. Etika ini bila dilihat sepintas akan terlihat sangat sepele, namun sebenarnya etika ini menggambarkan sikap tunduk atau hormat antara orang muda terhadap orang yang lebih tua. Selain itu, sikap membungkukkan badan juga menandakan bahwa orang ini menghargai dan menempatkan posisinya.“ (Zaairuh Haq, 2011:24)