Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengapa (kebanyakan) Siswa Ambis Mendapatkan Pandangan Negatif dari Siswa Lainnya?

162d1c4871aa2eacbffc863b68839da7|690x435

Ambisius dalam KBBI memiliki arti bekeinginan keras mencapai sesuatu (harapan, cita-cita). Akan tetapi sepertinya ambisius mengalami perluasan makna di kalangan masyarakat terutama siswa dan mahasiswa. Ambisius berarti pelit contekan baik ketika ulangan maupun PR, kutu buku, dan tidak mau kalah.

Bahkan banyak sindiran yang datang dari teman-teman, “dulu tuh temen yang ambis, pelit contekan udah jadi apa ya sekarang?” padahal, ambisius itu diperlukan untuk menggapai cita-cita. Lagipula terdapat banyak alasan kenapa seseorang menjadi ambis, ada yang karena tuntutan orang tua, ada juga yang memang keinginan dari dirinya sendiri, ada juga yang memang dari sananya pintar sehingga terlihat effortless ketika mengerjakan tugas kemudian mendapatkan nilai yang baik.

Adanya bias-bias seperti itulah yang membuat seseorang dicap ambis, tetapi sebenarnya tidak se-ambis itu, yang menjadikan citra “anak ambis” makin jelek. Bagaimana menurut kalian?

67

kalau dari pandangan saya, sebenarnya lebih kurang menyukai siswa ambis yang caper (cari perhatian). seperti misalnya sebenarnya suatu hal yang tidak perlu ditanyakan tetapi ditanyakan agar terlihat aktif, karena menurut saya hal tersebut cukup membuang-buang waktu. selain itu, hal tersebut dilakukan saat mendekati jam perkuliahan berakhir dan setelahnya masih ada jam perkuliahan lain yang dosennya tidak menerima mahasiswa telat hal tersebut merugikan teman-teman lainnya hanya karena pertanyaan kurang penting tersebut.

berbeda jika yang ditanyakan memang bermanfaat dan penting atau mengajak diskusi terkait suatu kasus tertentu yang berhubungan dengan materi yang diajarkan, tentu saja saya menyukai hal tersebut karena dengan begitu saya juga bisa mendapatkan ilmu tambahan lagi.

kalau terkait pelit contekan ya sepertinya dikembalikan ke pandangan individu masing-masing ya, kalau dia tidak mau memberi yasudah tanya kepada orang lain yang dengan senang hati memberi. mungkin yang membuat beberapa orang kesal, termasuk pengalaman saya orang yang pelit tersebut juga sering mencontek maupun bertanya ke saya tetapi saat saya bertanya dia pelit.

[quote="auliaar09, post:1, topic:163484"]
pelit contekan baik ketika ulangan maupun PR, kutu buku, dan tidak mau kalah.
[/quote]
Mungkin ini alasan utamanya, padahal sesungguhnya mungkin karena tidak ingin mendapatkan resiko seperti jawaban yang sama.

Khususnya disekitar saya, masih banyak teman yang sama sekali tidak ingin mengedit hasil jawaban yang diberikan, dan menggunakan mentah-mentah.

Kalau jawabannya 100% betul tidak masalah, ya kalau salah gimana kan ?

Kenyataannya tidak semua orang dengan nilai baik itu pintar, tapi mereka hanya berusaha untuk tidak bodoh. Dan tidak semua seseorang yang ambisius itu pintar, tapi mereka berusaha lebih keras daripada orang lain.

Menurut saya, memang seharusnya kita tidak mencontek ketika ulangan atau PR bukan? Tentu, kebanyakan orang menyontek benar-benar tidak mengedit hasil jawaban yang diberikan yang membuat siswa pemberi contekan ini juga terkena getahnya biasanya oleh guru. Terkadang ada juga yang tidak tau diri dari nomor 1-25 hasil contekan semua.

[quote="Deden_ImamBuchori, post:2, topic:163484"]
Dan tidak semua seseorang yang ambisius itu pintar, tapi mereka berusaha lebih keras daripada orang lain.
[/quote]
Saya setuju dengan pendapat kakak. Itu kenapa saya bisa bilang bahwa ambis ini menjadi bias yang menyebabkan arti dari kata ambis menjadi jelek. Memang ada, teman-teman ambis yang menyebalkan. Tetapi tidak bisa semua disamaratakan, ketika tidak memberi contekan disebut ambis. Ketika belajar lebih giat disebut ambis.