Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Lebih baik lulus kuliah dalam waktu yang lebih cepat atau sesuai masa kuliah (4 tahun)?

Untitled design (20)|690x350

Istilah " kuliah " sering dipahami sebagai kegiatan belajar-mengajar di jenjang pendidikan tinggi. Macam - macam strata dalam perkuliahan antara lain Strat 0 meliputi Diploma 1 dengan masa kuliah 1 tahun , Diploma 2 dengan masa kuliah 2 tahun , Diploma 3 dengan masa tiga tahun , dan Diploma 4 dengan masa empat tahun . Sementara itu Program Sarjana (S1) memiliki masa kuliah tiga atau empat tahun tapi bisa membutuhkan waktu lebih banyak. Banyak dari kita menginginkan agar dapat lulus kurang dari masa studi yang ditentukan, misalnya lulus 3,5 tahun. Namun, kita tahu banyak sekali kesempatan yang dapat kita ambil ketika masih dalam naungan perguruan tinggi. Misal, program pengembangan diri, internship, beasiswa, dan banyak program lain yang syaratnya "undergraduate". Dan beberapa alasan lain yaitu kita bisa mengoptimalkan skill kita sabelum lulus, agar nantinya dapat siap terjun ke dunia kerja. Namun di balik itu, lulus 3,5 tahun juga menggiurkan. Selain mempunyai kebangganngaan tersendiri, tentunya kita juga dapat menghemat pengeluaran untuk biaya UKT dll.

Nah, kalau kalian lebih memilih cepat lulus atau sesuai masa studi masing masing nih ? Tulis alasannya di bawah yaaa!!

[sumber gambar]
(https://kumparan.com/milo-project/podcast-data-science-di-mata-fresh-graduate-1tCJslEwGLl)

65

Lulus di waktu yang tepat. Ketika kita memaksakan diri untuk memenuhi keinginan tertentu untuk lulus cepat selama 3.5 tahun, tapi nyatanya kita tidak mampu dan membenani hidup kita, untuk apa? Sebaliknya, jika pada kenyataanya kita mampu untuk lulus 3.5 tahun tapi kita ingin menikmati masa kuliah dan lulus 4 tahun, dengan harapan dan target ketika lulus sudah sangat matang untuk berada di dunia pasca kampus, tidak salah juga bukan? Kita tidak bisa memaksakan kehendak, diri sendiri yang menjalani, diri sendiri juga yang menetukan baik buruknya seperti apa. Saya pribadi ingin sekali lulus 3.5 tahun, dengan alasan untuk membanggakan orang tua, dan tentunya diri sendiri. Namun, ketika berada di tahun ke-3 perkuliahan saya berpikir kembali apakah saya sebenarnya sudah siap? apakah saya sudah cukup mempunyai bekal untuk kedepannya? apakah ini pilihan yang tepat? karena lulus 4 tahun pun bukan hal yang salah, itu hal yang standar dan waktu yang pas juga kok.

Menurut saya memang lebih cepat lulus artinya potensi untuk menjalankan target selanjutnya (bekerja, ambil S2, menikah, dll) pun menjadi lebih cepat. Tapi menurut saya lulus kuliah bukan masalah waktu (lebih cepat, tepat waktu, atau lebih lambat). Yang paling penting adalah sesuai kemampuan dan kapasitas diri kita. Beberapa teman saya memilih lulus lebih lambat (4,5 tahun - 5 tahun) karena ia kuliah sambil bekerja sehingga ia lebih mementingkan mengembangkan dirinya dan memulai karier terlebih dahulu sebelum lulus. Namun ada juga yang lulus lebih cepat karena ia ingin memulai karier setelah lulusnya lebih awal. Ada juga yang lulus tepat waktu sesuai masa kuliah. Menurut saya tidak ada bedanya yang penting tujuan pribadi selama kuliah tercapai dan rencana hidup setelah kuliah terlaksana dengan baik.

standar lulus 'cepat' tiap orang beda beda sih menurutku, tapi kalau aku sendiri selain lulus cepet yang penting ilmu yang didapatkan membekas sih dan ada di otak, karena percuma gasih kalau lulus cepet tp gaada ilmunya? :( :upside_down_face:

Mendapatkan gelar sarjana membutuhkan waktu empat tahun, bukan? Yah, mungkin tidak. Kenyataan baru adalah bahwa sebagian besar siswa tidak lulus di jendela empat tahun tradisional.

Sebagian besar mahasiswa di universitas negeri akhirnya menyelesaikan gelar sarjana mereka dalam enam tahun, menurut sebuah studi oleh Complete College America

Complete College America adalah organisasi nirlaba yang bekerja dengan negara bagian untuk membantu menutup kesenjangan pencapaian gelar perguruan tinggi, sehingga lebih mudah dan lebih hemat biaya bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Dalam laporan November 2014, kelompok tersebut menangani mitos kelulusan empat tahun, yang menyatakan sebagian besar mahasiswa di universitas negeri tidak lulus tepat waktu.

Untuk universitas negeri non unggulan, hanya 19% mahasiswa yang lulus tepat waktu dan bahkan di universitas negeri riset unggulan, tingkat kelulusan tepat waktu hanya 36%. Hanya 50 dari lebih dari 580 institusi publik empat tahun yang memiliki tingkat kelulusan di atas 50%.

Informasi dari Complete College America, Pusat Penelitian Clearinghouse Mahasiswa Nasional
Menyimpang dari jalur penyelesaian empat tahun tradisional memiliki kelemahan lain, membutuhkan lebih banyak uang — lebih banyak.

Menurut data tahun 2013 dari University of Texas di Austin, mahasiswa yang lulus tepat waktu akan menghabiskan 40% lebih sedikit daripada mereka yang lulus dalam enam tahun.

Untuk membantu menggeser tren kembali ke model empat tahun tradisional, penting untuk memahami alasan siswa tidak lulus tepat waktu.

Ketika SMA saya bercita-cita untuk bisa kuliah 3,5 tahun. Karena menurut saya semakin cepat semakin baik. Akan tetapi setelah saya memasuki dunia perkuliahan, saya merasa bahwa, 4 tahun saja tidak dukup untuk menimba ilmu. Masih banyak yang tidak saya tahu bahkan dari jurusan saya sendiri.

Tapi bukan berarti aku memilih untuk molor lulus ya. Lebih baik sewajarnya saja 4 tahun lulus. Manfaatkan sebaik-baiknya waktu yang kita punya semasa kuliah untuk berbagai hal seperti ikut organisasi, PKM, jadi asdos, ikut volunteering, internship atau bahkan bekerja part-time. Untuk menambah soft-skill dan hard-skill kita sebagai persiapan kita di dunia kerja.