Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa yang dapat dilakukan saat mengalami stres akademik?

VI VIVI SABELA 5 years ago

image|631x490
Ditengah kegiatan akademik yang padat serta kondisi pandemi sering membuat kita jenuh dan stres, apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut?

58

Aku sendiri kalau lagi stress akademik, hal pertama yang aku pasti lakuin adalah ngeluangin waktu untuk istirahat. Karena menurut aku dengan istirahat, otak dan badan kita bisa jadi lebih fresh. Jangan paksain badan dan otak kalau udah gak kuat, karena mereka juga perlu istirahat.Selain itu juga bisa melakukan hal-hal yang aku senangi, seperti dengerin lagu, nyanyi-nyanyi sendiri, dengerin lagu, nonton film/drakor, gambar, atau makan sweet things yang bisa bikin mood naik.

Selama pandemi ini aku juga sering merasa stres karena kegiatan perkuliahan yang semakin padat. Untuk mengatasi stres tersebut, buat aku hal yang paling ampuh adalah istirahat. *Sometimes, you just need to give yourself a break from everything*. Gak setiap saat kok kita harus jadi produktif dan belajar terus-terusan, tubuh dan pikiran kita butuh istirahat. Selain istirahat, kegiatan yang paling berpengaruh untuk aku melepas stres adalah meditasi di pagi hari sambil dengerin kata-kata positif dan nyalain lilin aroma terapi. Kegiatan itu bantu banget untuk aku semakin *relax* dan ngurangin stres aku. Masih banyak cara lain untuk ngurangin stres, tapi intinya adalah istirahat supaya energi kita bisa kembali positif dan stresnya berkurang.

[quote="andinalarasati, post:5, topic:160551"]
Untuk mengatasi stres tersebut, buat aku hal yang paling ampuh adalah istirahat.
[/quote]

Saya setuju dengan pendapat kak @andinalarasati. Aplagi di masa pandemi seperti ini kita jadi susah untuk bertemu dengan teman-teman untuk sekedar melepas stress. Oleh karena itu yang paling penting sekarang, untuk mengatasi stress adalah istirahat yang cukup dan makan yang enak.

Untuk menyikapinya, biasanya saya mengambil satu hari untuk bener-bener off. Tidak melakkan apapun dan memikirkan apapun yang berkaitan dengan akademik maupun pekerjaan. Atau kamu bisa menulis di buku harianmu hal-hal yang membuatmu bersyukur di hari itu. Ini bener-bener ngaruh! Jadi kita seperti belajar untuk bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini.

Stress akademik ini tak jarang kita hadapi terutama pada waktu-waktu sibuk. Siswa yang dibebani dengan banyaknya tugas, pr, ujian, dan pekerjaan lainnya lama-kelamaan membuat fisik dan psikisnya lelah, sehingga timbulah stress. Sebenarnya stress itu normal dan bahkan dapat berguna di kehidupan. Tetapi, jangan biarkan stress yang dialami menganggu terlalu parah sampai merusak aktivitas ke depannya. Siswa pendidikan menengah dan tinggi menghadapi berbagai tekanan terkait dengan tuntutan akademik. Penelitian menunjukkan bahwa stres terkait akademik dapat menurunkan motivasi, menurunkan prestasi akademik, meningkatkan risiko putus sekolah, dan meningkatkan pikiran untuk bunuh diri.

Sebagai pelajar, kita harus tahu bagaimana menangani hal seperti ini agar tidak menganggu kehidupan sehari-hari. Langkah-langkah yang dapat kita lakukan seperti:
1. Buatlah to-do list tentang apa pekerjaan dan apa yang kita lakukan
2. Makanlah makanan yang sehat agar mendapat cukup energi dan nutrisi
3. Olahraga yang cukup
4. Mendekatkan diri ke orang yang terdekat
5. Jangan malu minta bantuan kepada orang lain
6. Cobalah meditasi untuk menenangkan diri
7. Jaga pola tidur yang cukup
8. Bangunlah kebiasaan dan pikiran yang positif
9. Sesekali rekreasi dan hibur dirimu dengan hal-hal yang menyenangkan.

Stress akademik menurut Desmita (2010) adalah stress yang diakibatkan oleh academic stressor, yang artinya stress bersumber dari proses pembelajaran atau hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar seperti lama belajar, banyaknya tugas, mendapat nilai ujian, ataupun keputusan untuk memilih jurusan atau karir serta cemas akan ujian dan manajemen stress.
terdapat dua faktor-faktor yang dapat mempengaruhi stress akademik menurut ((Puspitasari, W. 2013; Gunawati, R., Hartati, S., & Listiara, A. 2010) yaitu faktor internal dan faktor ekstrenal. faktor internal yakni individu yang tidak dapat mengendalikan situasi cenderung akan lebih mengalami stress, faktor sendiri terdiri dari pertama kepribadian individu yang bersifat pesimis dan keyakinan atau pemikiran dirinya sendiri. kemudia terdapat faktor-faktor eksternal yang terdiri dari dorongan orang tua yang lebih terdidik dan kaya informasi maka persaingan anak akan juga lebih keras, dan dorongan status sosial dimana orang-orang yang memiliki kualifikasi Pendidikan tinggi akan dihormati oleh masyarakat.
oleh karena itu dengan tlah mengatuhi faktor-faktor atau penyebab terjadinya stress akademik, perlu adanya bagaimana untuk dapat menyikapi stress akademik itu sendiri, menurut penulis bisa melakukkan relaksasi baik berupa pemikiran ataupun perasaan melalui hal hal yang dapat menyenangkan diri pribadi sendiri, bisa berupa bermain game sejenak, menonton film ataupun jalan-jalan ketempat yang menyenangkan dan tentunya harus mengetahui Batasan agar tidak sepenuhnya lupa akan kewajiban sebagai peserta didik.

Sumber :
Barseli, M., Ifdil, I., & Nikmarijal, N. (2017). Konsep Stress Akademik Siswa. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 5 (3), 143-148.

Menurut saya stress akademik adalah bentuk respon dari stimulus akademik misalnya berupa tugas, ujian atau apapun yang menimbulkan kondisi tertekan hal ini terjadi karena tidak seimbang antara beban dan kemampuan individu.

Beberapa cara untuk mengurangi stress secara umum antara lain melalui pola makan yang sehat dan bergisi, memelihara kebugaran jasmani, latihan pernapasan, latihan relaksasi, melakukan aktivitas yang menggembirakan, berlibur, menjalin hubungan yang harmonis, menghindari kebiasaan yang jelek, merencanakan kegiatan harian secara rutin, memelihara tanaman dan binatang, meluangkan waktu untuk diri sendiri (keluarga), menghindari diri dalam kesendirian.
Dari uraian diatas dapat diambil tips untuk mengurangi stress akademik.

  1. Kenali penyebab stress darimana, apakah karena tugas terlalu banyak atau hal lain.

  2. Relaksasi pernafasan

  3. Membuat perencanaan pengerjaan terhadap tugas tertentu atau tidak menunda pengerjaan tugas.

  4. Berikan waktu untuk diri memahami keinginan atau kebutuhan yang diperlukan saat itu.

  5. Menghibur diri dengan menonton film atau sekedar mendengar musik (perhatikan waktu) .

  6. Sadari pentingnya pendidikan atau proses belajar. Dengan pandangan ke depan tentang tujuan pengharapan hal itu dapat menambah motivasi dalam diri.