Sudah menjadi rahasia umum sepertinya jika mayoritas siswa di Indonesia tidak menyukai mata pelajaran sejarah. Stigma yang melekat terhadap mata pelajaran ini adalah mata pelajaran yang membosankan, hanya mengedepankan hafalan tanggal dan tokoh sejarah, yang mungkin bagi sebagian besar pelajar tidak ada esensinya. Padahal, maksud dari belajar sejarah tak lain adalah menggali nilai-nilai dalam peristiwa sejarah atau belajar bagaimana tokoh sejarah menghadapi hidup dan membuat sejarah tersebut. Sejarah harusnya bisa menanamkan semangat juang para pelajar untuk berjuang meraih impiannya. Guru seharusnya mampu mengajak para siswa untuk lebih mengenal sejarah dengan cara-cara yang kreatif. Kebanyakan guru hanya menjelaskan panjang lebar dan membuat siswa nya sampai mengantuk....
Pendidikan
Selama kita menjadi mahasiswa pasti kita pernah menemui teman atau bahkan kita sendiri kalau mengerjakan tugas itu dekat dengan deadline atau kebut se...
Seorang mahasiwa pasti tidak luput dengan yang namanya "tugas". Dengan mengerjakan tugas, mahasiswa diharapakan untuk memperoleh informasi baru dan juga memperdalam materi yang sudah diberikan oleh dosen. Terlebih lagi dengan kondisi seperti sekarang yang meharuskan mahasiswa untuk melakukan aktivitas kuliah secara daring, banyak dosen yang memberikan tugas 2x lipat lebih banyak dari pada biasanya. Tak jarang juga dari mereka menawakan kepada mahasiswa untuk mengerjakan tugasnya secara individu maupun kelompok. Nah menurut Youdics, manakah yang lebih efektif, mengerjakan tugas secara individu atau berkelompok? Berikan pendapatmu di kolom komentar ya!...
Pernahkan kalian merasa sangat enggan untuk me-review kembali materi yang kalian dapat di bangku sekolah maupun perkuliahan? Jangankan membaca, menyentuh buku pun rasanya sangat berat. Malas belajar menjadi permasalahan yang pasti dihadapi semua pelajar maupun mahasiswa. Apalagi di masa pandemi seperti ini, kita dituntut untuk terbiasa dengan pembelajaran daring yang mungkin sudah sangat membosankan bagi sebagian orang. Jika durasi malasnya berkepanjangan, hal ini tentu akan menjadi masalah besar. Apabila mendekati pekan ujian. Kita akan kewalahan untuk mempelajari semua materi dalam waktu yang sangat singkat sebab kita malas untuk mempelajarinya jauh-jauh hari. Ini dapat berpengaruh pada penilaian rapor bagi pelajar maupun IPK bagi mahasiswa. ...
Di era globalisasi ini, orang dituntut untuk bisa menguasai Bahasa global, salah satunya adalah Bahasa inggris. Untuk belajar Bahasa Inggris pun tidak harus dari sekolah formal, kita juga bisa belajar dari mana-mana, misalnya adalah melalui video game ataupun film. Nah menurut Youdics, efektifkah belajar Bahasa inggris melalui video game ataupun film? Atau kalian punya sumber belajar lain? Apa alasan kalian memilih sumber tersebut?...
Dalam melakukan segala kegiatan, terutama kegiatan produktif, tentunya kita membutuhkan niat dan kondisi yang mendukung agar kegiatan tersebut bisa be...
Terlepas dari ranah saintek maupun soshum, sudah beberapa kali muncul berita kuliah akan diadakan secara offline untuk semua rumpun. Hal ini sebenarny...
Bahasa inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Begitu pentingnya belajar bahasa Inggris terutama untuk pendidikan dan masa depan, ini dikarenakan bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa Internasional yang digunakan banyak negara. Meskipun negara Indonesia tak menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa resmi, namun menguasai bahasa Inggris juga merupakan hal yang penting lho. Pada kenyataannya, banyak yang mengeluh karena di usia yang tak lagi muda, kemampuan bahasa Inggris yang minim menghambat pengembangan akademis dan karier. Sementara, kebutuhan akan penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, bahkan untuk keperluan akademik. ...
Banyak orangtua yang berpikir bahwa semakin mahal biaya pendidikan anak maka kualitas pendidikan yang didapatkan akan semakin baik dan semakin cerah m...
Menjadi manusia, kenangan manis sekalipun tetap saja tertelan waktu. Seperti masa SMA, di mana tempat kita menimba ilmu dan bersua dengan para sahabat...
Kalau ditanya banyak orang mengenai tentang apa gunanya sekolah, pasti barangkali banyak yang menjawab "supaya jadi anak pintar" atau "biar dapat bany...
Pasti kita tidak asing mendengar kegiatan coret mencoret seragam setelah kelulusan di Indonesia. Beberapa orang berpendapat jika hal ini dilakukan unt...
Ambisius dalam KBBI memiliki arti bekeinginan keras mencapai sesuatu (harapan, cita-cita). Akan tetapi sepertinya ambisius mengalami perluasan makna di kalangan masyarakat terutama siswa dan mahasiswa. Ambisius berarti pelit contekan baik ketika ulangan maupun PR, kutu buku, dan tidak mau kalah. Bahkan banyak sindiran yang datang dari teman-teman, “dulu tuh temen yang ambis, pelit contekan udah jadi apa ya sekarang?” padahal, ambisius itu diperlukan untuk menggapai cita-cita. Lagipula terdapat banyak alasan kenapa seseorang menjadi ambis, ada yang karena tuntutan orang tua, ada juga yang memang keinginan dari dirinya sendiri, ada juga yang memang dari sananya pintar sehingga terlihat effortless ketika mengerjakan tugas kemudian mendapatkan nilai yang baik....
Menurut Ferra Paujiyanti (2016) ijazah adalah suatu tanda surat tamat belajar di suatu sekolah, sehingga setiap siswa yang sudah lulus sekolah akan mendapatkan STTB/ijazah yang bisa digunakan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Di Indonesia, ijazah begitu dianggap penting oleh masyarakat. Hampir semua pekerjaan atau pengurusan surat-surat penting mensyaratkan untuk memberikan salinan ijazah pendidikan terakhir. Saking dianggap pentingnya ini banyak orang yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan ijazah atau agar membuat nilai yang tertera di ijazah bisa terlihat bagus. Bahkan tidak sedikit orang-orang yang membuat ijazah palsu agar bisa masuk pekerjaan yang diinginkan. Padahal tidak semua pekerjaan mementingkan ijazah dan lebih harus melihat kemampuan yang dimiliki oleh pelamar. ...
Pilihan tersebut terkadang bingung gak sih buat mahasiswa S1 (Sarjana)? terkadang kita pengennya langsung saja bekerja karena tentunya kita ingin memp...
Pada sistem pendidikan di Indonesia, kita megenal adanya kelas regular dan kelas akselerasi. Program akselerasi merupakan kelas khusus yang dibuat sedemikian rupa agar dapat memfasilitasi peserta didik yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dibanding anak-anak seusianya. Sistem pembelajaran di kelas akselerasi ini cenderung lebih cepat 1 tahun, sehingga jika normalnya pendidikan ditempuh selama 3 tahun, maka pada kelas akselerasi hanya dibutuhkan sekitar 2 tahun saja. Program akselerasi menjadi hal lazim yang bisa kita jumpai pada sekolah-sekolah di Indonesia, walaupun tidak setiap sekolah menyediakan kelas akselerasi ini. Selama implementasinya, banyak menuai pro dan kontra dari kalangan masyarakat. Saya sendiri agak kurang setuju dengan adanya program akselerasi ini karena akan seolah-olah menciptakan sebuah gap yang menimbulkan stratifikasi sosial....
Kemendikbudristek memberitahukan bahwa muncul klaster baru covid-19 pada saat memberlakukan sekolah dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang secara terbatas. Ini dibuktikan dengan melakukan survei sebanyak 46.500 sekolah yang dilakukan hingga tanggal 20 September 2021. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah menyatakan bahwa terdapat “sesuai laporan terdapat kasus penularan covid-19 sebesar 2.8%”, dikutip pada hari Rabu tanggal 22 september 2021. Penularan klaster baru Covid-19 yang sebesar 2.8% itu berasal dari 1.296 sekolah yang telah memberlakukan sekolah secara PTM yang terbatas. Penularan ini terjadi pada seluruh jenjang pada satuan pendidikan yang dimulai dari PAUD, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Akhir (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Menurut Jumeri, dari 20.913 jenjang Sekolah Dasar (SD) terdapat penularan sebesar 2,78% atau 581 sekolah yang muncul klaster baru covid-19 setelah memberlakukan sekolah secara PTM yang terbatas. Untuk PTK yang tertular covid-19 sebesar 3.174 orang dan peserta didik yang tertular sebesar 6.908 orang. ...
Ditengah kegiatan akademik yang padat serta kondisi pandemi sering membuat kita jenuh dan stres, apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut...
Istilah " kuliah " sering dipahami sebagai kegiatan belajar-mengajar di jenjang pendidikan tinggi. Macam - macam strata dalam perkuliahan antara lain Strat 0 meliputi Diploma 1 dengan masa kuliah 1 tahun , Diploma 2 dengan masa kuliah 2 tahun , Diploma 3 dengan masa tiga tahun , dan Diploma 4 dengan masa empat tahun . Sementara itu Program Sarjana (S1) memiliki masa kuliah tiga atau empat tahun tapi bisa membutuhkan waktu lebih banyak. Banyak dari kita menginginkan agar dapat lulus kurang dari masa studi yang ditentukan, misalnya lulus 3,5 tahun. Namun, kita tahu banyak sekali kesempatan yang dapat kita ambil ketika masih dalam naungan perguruan tinggi. Misal, program pengembangan diri, internship, beasiswa, dan banyak program lain yang syaratnya "undergraduate". Dan beberapa alasan lain yaitu kita bisa mengoptimalkan skill kita sabelum lulus, agar nantinya dapat siap terjun ke dunia kerja. Namun di balik itu, lulus 3,5 tahun juga menggiurkan. Selain mempunyai kebangganngaan tersendiri, tentunya kita juga dapat menghemat pengeluaran untuk biaya UKT dll. Nah, kalau kalian lebih memilih cepat lulus atau sesuai masa studi masing masing nih ? Tulis alasannya di bawah yaaa!!...
Kehidupan mahasiswa pasti tidak asing dengan IPK dan Pengalaman organisasi atau kerja. Keduanya sangat berpengaruh untuk mencari pekerjaan jika kita l...