
Reuni 212 menurut beberapa pegiat demokrasi, diduga dapat memicu terjadinya Ancaman mobokrasi, Mobokrasi adalah istilah yang digunakan dalam ilmu politik sebagai sebuah pertanda demokrasi yang berjalan mundur pemerintahan yang dipegang dan dipimpin oleh rakyat jelata yang tidak tahu seluk-beluk pemerintahan
Sebagaimana disampaikan Din di awal, melaksanakan Reuni Akbar Alumni 212 termasuk hak. Mengingat sedari mula, Indonesia telah menahbiskan diri sebagai negeri yang menjunjung tinggi prinsip demokrasi.
Tak ada keharaman dalam menyampaikan pendapat, apalagi hanya sesi kumpul-kumpul banyak orang yang merasa pernah seperjuangan.
Akan tetapi, bila ditilik dari agenda lengkap yang disosialisasikan pihak penyelenggara, kumpul-kumpul yang berpuncak pada 2 Desember 2017 ini tak digelar sehari saja. Dua hari sebelumnya, dijadwalkan pula semacam kongres yang diramal bakal diikuti sebanyak 500 orang.
Menurut keterangan pihak bersangkutan, Reuni 212 dimulai pada 30 November 2017. Di hari pertama, undangan akan berdiskusi panjang dalam rangka menghimpun kembali kekuatan umat Islam dalam berbagai aspek. Terutama, ikhtiar untuk dapat ambil peran dalam urusan-urusan politik.
Sumber :
Diakses di http//www.metronews.politik.com, Pada tanggal 07 Desember 2017, Pukul 07.30 WIB