Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengapa virus Rinderpest dianggap sebagai penyakit paling mematikan bagi hewan ternak?

AR ariel 9 years ago

Rinderpest merupakan penyakit sistemik akut atau subakut yang sangat menular pada sapi, yang dicirikan oleh nekrosis dan erosi mukosa pada saluran pernafasan dan saluran pencernaan serta serangan penyakit ini secara tiba-tiba. Konstipasi awal, biasanya didahului oleh dehidrasi dan kelemahan yang hebat, akan diikuti oleh mencret. Karena angka kematiannya yang tinggi, penyakit ini dapat menyebabkan malapetaka kerugian ekonomi.
DSCN2037|690x516

20

Rinderpest virus, penyebab penyakit “wabah lembu" di Jerman, menjadi virus yang paling membinasakan penyakit ternak dalam sejarah. Virus ini menginfeksi hewan anggota artiodactyla. Virus Rinderpest ( RPV) telah digolongkan sebagai Morbillivirus, dari genus Paramyxoviruses. Rinderpest tidak berefek pada manusia (tidak bisa menginfeksi manusia, namun virus dapat menginfeksi anjing, biri biri dan kambing, yang kemudian menjadi pembawa dan penyebar virus ini walaupun virus ini sangat mematikan, namun virus ini dapat dengan mudah pecah dan rusak oleh panas, pengeringan, dan sinar matahari.

Angka kematian dari penyakit Riderpest ini sangat tinggi. Penyebaran virus Rinderpest dapat melalui kontak langsung dengan hewan penderita rinderpest, meminum air yang terkontaminasi virus, dan dapat juga ditularkan lewat udara pernafasan. Gejala penyakit ini meliputi demam, hilangnya selera makan, dan radang pada hidung serta mata. kemudian diikuti dengan pendarahan pada mulut, hidung, dan organ kelamin hewan, serta diare akut (diare berdarah). Umumnya hewan yang terinfeksi rinderpest akan mati setelah 6-12 hari setelah menunjukkan gejala klinis.