Budidaya ayam kalkun – Ayam kalkun merupakan salah satu jenis ayam unggas yang istimewa, ayam kalkun termasuk jenis ayam yang bisa di konsumsi dan juga banyak yang di jadikan sebagai ayam hias karena keindahannya. Di Amerika dan Eropa, ada kebiasaan menyantap ayam kalkun terutama saat perayaan ‘Thanksgiving’ , yaitu hari berkumpulnya keluarga besar dan saling berterimakasih. Di Indonesia sendiri ayam kalkun banyak di santap banyak orang terutama yang sedang diet, ini di sebabkan kandungan lemak ayam kalkun lebih rendah di banding ayam ras dan memiliki daging yang lebih lembut dan bergizi.
Kandang kalkun
Kandang kalkun umur 0-30 hari
Kalkun yang berumur satu minggu sampai satu bulan membutuhkan kandang boks yang hangat. Kandang dapat dibuat dari bambu atau kayu, atau kawat strimin dengan rangka kayu. Kandang kawat sangat membantu jika didaerah kita banyak terdapat hama tikus. Agar praktis, kandang dibuat ukuran panjang 1 meter, lebar 80 cm, tinggi 40 cm dan kaki-kaki setinggi 10 cm atau menyesuaikan dengan keadaan. Kandang dengan luasan seperti diatas cukup untuk menampung 20 ekor kalkun. Sebagai alas kandang, gunakan lapisan koran. Koran akan menyerap cairan yang berasal dari kotoran atau sisa minuman. Jika koran sudah jenuh air dan penuh kotoran, kita tinggal angkat, buang dan ganti dengan koran yang baru.
Pada umur 1,5 sampai 2,5 bulan, kalkun sudah mengalami perkembangan yang lumayan. Untuk itu kalkun perlu menempati kandang yang lebih lega. Untuk kandangnya, sama dengan kandang kalkun berumur 0-1 bulan diatas. Hanya saja populasinya perlu dikurangi menjadi sepuluh ekor kalkun saja.
Kandang kalkun umur 2,5 bulan ke atas
Kalkun berumur 2,5 bulan ukuran kandangnya yaitu panjang 2 meter, tinggi 70 cm, lebar 80 cm dan kaki-kaki menyesuaikan pada kondisi setempat. Kandang dengan luasan seperti diatas diisi dengan 20 ekor kalkun. Saat kalkun berumur 3 bulan, maka populasinya dikurangi menjadi 10 ekor/kandang. Kemudian pada umur 3,5 bulan, dikurangi lagi sehingga dalam satu kandang hanya terdapat 8 ekor kalkun.
Pada umur 3 bulan, kalkun harus mulai dipisah-pisah menurut jenis kelaminnya. Jadi, antara kandang jantan dan kandang betina dibuat sendiri-sendiri. Kalkun jantan juga mulai diseleksi untuk mendapatkan calon pejantan yang baik. Kalkun jantan yang kurang bagus kita gunakan sebagai kalkun potong.
Kandang lantai
Selain menempati kandang boks, kalkun mulai umur 2 bulan keatas juga bisa menempati kandang lantai. Ukuran kandang lantai ini, sebagai contoh, panjang 6 meter, lebar 3 meter, dengan tinggi menyesuaikan dengan keadaan. Tentu saja ukuran ini tidak baku dan melihat pada kondisi setempat. Populasi kandang lantai ini sekitar 20-30 ekor untuk tiap meter perseginya. Jadi kita bisa menghitung sendiri ukuran kandang dan isinya.
Kandang pejantan
Kalkun pejantan mutlak harus diberi kandang boks tersendiri. Ini berguna agar kalkun tidak berkelahi yang akan mengakibatkan luka dan bulu rontok. Ukuran kandang untuk pejantan ini 80x80x80 cm. Kandang juga dibuat berkaki. Tiap satu kandang hanya berisi satu kalkun saja.
Kandang untuk mengeram
Saat bertelur dan mengeram, kalkun harus disediakan kandang khusus. Kandang ini berupa boks dengan ukuran 40x40x40 cm. Sebagai alasnya, bisa ditaruh merang/tangkai padi. Jika kita memelihara kalkun dalam jumlah banyak, maka kandang pengeraman ini juga harus disediakan dalam jumlah banyak. Jumlahnya bisa disesuaikan sesuai dengan jumlah indukan yang ada.