Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society
  1. Periksa adanya gejala-gejala kehamilan. Gejala fisik biasanya sulit dikenali dan biasanya baru terlihat jelas menjelang penghujung akhir kehamilan. Namun, Anda bisa melihat marmot Anda mulai lebih banyak makan dan minum, dan perut mereka mulai membesar. Jangan menekan daerah perutnya karena hal ini dapat mengakibatkan keguguran.
  2. Meskipun demikian, perlu disadari juga marmot muda mulai lebih banyak makan dan minum seiring masa pertumbuhan.
  3. Kandungan anak dalam jumlah sedikit tak membuat perut marmot menggembung secara berarti dan akan lebih sulit dilihat jelas.
  4. Semua marmot senang bersembunyi ke dalam jerami hijau, perilaku mengeram ini belum tentu karena kehamilan.

  5. Mintalah dokter hewan mendiagnosis kehamilannya. Bila Anda menduga betina tersebut hamil, bawalah ke dokter hewan untuk memastikan. Dokter hewan akan meraba daerah perutnya untuk merasakan keberadaan janin dan mungkin akan menggunakan USG. Dokter hewan seharusnya bisa memberikan perkiraan kelahiran.

  6. Meraba daerah perut marmot harus dilakukan oleh tenaga ahli karena kandung kemih, ginjal, atau indung telur besar bisa salah diduga sebagai janin. Meraba dengan kasar juga bisa menyebabkan keguguran.
  7. USG adalah cara pemeriksaan noninvasif dan bisa memastikan kehamilan. USG juga bisa memastikan jumlah anak dalam kandungan dan jumlah yang hidup.

  8. Bila kehamilan tak direncanakan, pastikan penyebab sang betina hamil. Kemungkinannya antara betina sudah hamil saat Anda membelinya atau marmot lain yang berinteraksi dengannya adalah seekor jantan.
    Toko hewan biasanya menempatkan dua jenis kelamin dalam satu kandang, dan beberapa peternak tak memisahkan jantan dari betina lebih awal sehingga bisa saja betinanya sudah hamil saat Anda membelinya.

  9. Tentukan apakah umur betina menjadikan kehamilannya berisiko tinggi atau tidak. Betina harus berumur di atas 4 bulan dan di bawah 7 bulan untuk kehamilan pertamanya. Bila sebelumnya sudah pernah mengandung, mereka harus berusia di bawah 2 tahun.
    Bila marmot Anda yang hamil tak memenuhi syarat umur kehamilan, konsultasikan perencanaan kehamilan dengan dokter hewan. Untuk marmot muda, perencanaan ini bisa termasuk pemberian suplemen Critical Care atau produk sejenis pada pola makannya. Untuk marmot yang lebih tua, perencanaan ini bisa termasuk melakukan perawatan kehamilan dan proses kelahiran di tempat dokter hewan, mengingat proses kelahirannya akan membutuhkan bantuan.

Hal ini karena betina yang masih terlalu muda berisiko kekurangan vitamin saat kehamilan.

Sementara itu, betina yang terlalu tua berisiko lebih besar menderita simfisis dan distosia, sehingga membutuhkan bedah cesar.

  1. Tentukan apakah kondisi tubuh betina menjadikan kehamilannya berisiko tinggi atau tidak. Betina yang terlalu gemuk berisiko lebih tinggi menderita toksemia. Bila betina Anda terlalu gemuk sebelum hamil, konsultasikan dengan dokter hewan mengenai pola makannya dalam kehamilan, berhubung periode kehamilan adalah waktu yang buruk untuk membatasi makan.

  2. Tentukan apakah silsilah keturunan betina atau jantan bisa menjadikan anak-anaknya lebih rentan menderita penyakit turunan atau tidak. Marmot Dalmatian dan Roan menurunkan gen mematikan yang resesif. Bila salah satu orang tuanya termasuk jenis tersebut, ada risiko 25% bagi tiap anaknya mengidap penyakit mematikan. Ada beberapa penyakit turunan lain yang bisa menjangkiti marmot. Apabila memungkinkan, periksa garis keturunan betina yang hamil dan jantan yang membuatnya hamil.