
Apabila proses dapat dikenali baru berlangsung 1 hari mungkin rumen sarat dapat disembuhkan de ngan pengobatan. Pertolongan secara operasi perlu difikirkan sedini mungkin. Dalam banyak kejadian pertolongan secara operasi ruminotomi, merupakan pilihan terbaik untuk menyelamatkan penderita.
Pada gangguan yang bersifat awal pemberian purgansia dalam dosis ruminatorium, misalnya larutan magnesium sulfat atau sodium sulfat dapat diberikan 1-2 kali (vide terapi indigesti sederhana). Antihistaminika yang diberikan secara suntikan, misalnya DelladrylR sebanyak 10-15 ml perlu dianjurkan. Pemberian antibiotika secara oral, misalnya penisilin 0,5-1 juta unit untuk domba, 10 juta unit untuk sapi, yang dimaksudkan untuk mengurangi jumlah kuman Lactobacillus, dipandang perlu dianjurkan. Dosis tersebut dianjurkan untuk diulangi 12 jam kemudian.
Sangat penting untuk diperhatikan ada penggantian cairan yang hilang. Jumlah cairan faali yang dapat diberikan tergantung pada derajat dehidrasi penderita. Pada derajat dehidrasi sebesar 8%, sapi yang beratnya 500 kg, perlu diinfus cairan sampai sebanyak 40 l, yang diberikan secara bertahap. Perlu diingatkan pemberian cairan laktat-ringer merupakan kontra indikasi.
Untuk mengurangi asidosis diberikan larutan sodium bikarbonat (NaHCO3) 2,5% sebanyak 500 ml disuntikkan intravena secara perlahan-lahan. Apabila diberikan terlalu cepat justru akan mengakibatkan alkaliemia yang ditandai dengan tetani dan hiperpnoea. Lebih aman dan mudah dilakukan adalah dengan soda roti sebanyak 250 gram, diberikan secara oral 2 kali sehari.
Referensi: Subronto. 1985. Ilmu Penyakit Ternak I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.