Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana terapi dan pemeriksaan pada impaksio kolon?

MI Miska Nourma 8 years ago

Kolik konstipasi merupakan kolik yang ditandai dengan rasa sakit perut dengan derajat sedang, anoreksia. depresi serta adanya konstipasi. Bagaimana pemeriksaan dan terapinya?

22

horse beach|690x384

Pemeriksaan patologi-anatomis
Kolon krasum dan sekum terisi oleh ingesta yang kering. Oleh distensi yang sangat serta rapuhnya dinding usus, pada waktu bedah bangkai mungkin usus ditemukan dalam keadaan robek. Phytobezoar, enterolith atau bola-bola rambut maupun sabut, maupun cacing-cacing dalam jumlah besar kadang-kadang dapat ditemukan di daerah flexurae dari kolon.

Terapi
Untuk memudahkan pasasi tinja pada kuda dewasa dapat diberikan minyak mineral (parafin cair) sebanyak 2 atau lebih, dan untuk melonggarkan gencetan ingesta dapat diberikan khloralhidrat sebanyak 15-30 gram dicampur dengan air 1 liter yang diberikan dengan sonde kerongkongan. Kalau tidak memberikan hasil, pengobatan diulangi lagi 12 jam kemudian. Bila perlu dapat ditambah injeksi obat parasimpatomimetik dalam dosis ringan. Pada impaksio sekum perlu diberikan enema dengan minyak mineral atau oleum lini sebanyak 200-300 ml melalui rektum. Dapat juga dicoba pemberian air hangat, suam-suam kuku, yang diberikan sabun secukupnya (bukan detergent) melalui rektum. Pemberian enema tersebut dapat diulang beberapa kali dalam sehari.

Apabila konstipasinya tidak berat, pemberian purgansia ringan misalnya istizin. aloe, dengan dosis terkontrol dapat pula dipertimbangkan.

Retensi tahi gagak (mukoneum) pada anak kuda dapat ditolong dengan gliserin (25-30 ml), minyak mineral (25-40 ml) atau coloxyl yang diberikan melalui rektum. Pengobatan melalui mulut dengan minyak mineral (25-30 ml atau coloxyl dengan dosis oral dapat diberikan tiap 4 jam sampai penderita menjadi tenang. Kalau sisa tahi gagak tidak segera keluar, penyuntikan dengan obat parasimpatomimetik dalam dosis kecil (1/15-1/10 dosis kuda dewasa) dapat dilakukan. Yang terakhir, bila dipandang perlu dapat dilakukan kolostomi.

Referensi: Subronto. 1989. Ilmu Penyakit Ternak I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.