Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana siklus hidup, cara penularan dan patogenesis dari Paramphistomosis?

AU Aulia Rizky 9 years ago

Paramphistomiasis pada sapi dapat disebabkan oleh satu atau lebih cacing dari genus Paramphistomum sp. gotoi. 2007). Paramphistomiasis merupakan penyakit trematoda yang dapat menyerang sapi, kambing, domba dan ruminansia lain.

20

Siklus Hidup dan Cara Penularan
Pada species yang berbeda pada umumnya sama. Waktu yang diperlukan untuk menjadi miracidium bervariasi pada tiap-tiap species. Miracidium yang dibebaskan di air akan masuk siput kemudian penetrasi ke dalam tubuh siput melalui rongga hawa dan menuju dinding posterior dari rongga mantel. Fase di dalam tubuh siput (snail borne phase) biasanya pendek, 3-4 minggu dan cercaria dikeluarkan akibat rangsangan dari sinar. Setelah metecercaria termakan oleh inang, kemudian larva keluar dari dinding kista kedalam usus halus dan migrasi menuju bagian depan (fore stomach), biasanya dalam waktu 5-7 minggu.

Patogenesis
Cacing dewasa biasanya tidak begitu patogen kecuali dalam jumlah banyak. Terutama menyebabkan pelepasan papila rumen. Pada kejadian yang disebabkan oleh Gigantocotyl explanatum di dalam saluran empedu dan kandung empedu terjadi perdarahan superfisial di tempat yang terinfeksi, tetapi pada umumnya kurang patogen. Pada infeksi yang berat baru terlihat liver pucat dan terjadi fibrosis. Stadium larva/immature Paramphistomum di dalam duodenum dan ileum menimbulkan perubahan patologi. Larva akan menancap/tertanam pada mukosa dengan suckernya dan menyebabkan goresan pada mukosa yang dapat mengakibatkan nekrosis dan hemorhagik. Pada infeksi yang hebat, hemorhagik duodenitis disebabkan oleh larva yang tertanam di dalam mukosa, kadang-kadang mencapai lapisan muskuler.