Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana sifat-sifat virus yang menyebabkan penyakit Cacar Sapi (Cowpox)?

MI Miska Nourma 9 years ago

Cacar sapi yang juga dinamakan cowpox ialah penyakit kulit ambing dan puting susu pada sapi yang disertai pembentukan cacar.

ibr|320x273

22

Sifat Fisika dan Kimiawi:
Virus yang termasuk dalam genus Orthopox berbentuk batu-bata. Virus ini resisten terhadap eter tetapi diinaktifkan oleh khloroform. Bila dikeringkan maka virus dapat tahan lama.

Sifat Biologis:
Virus cacar sapi dan vakcinia mempunyai spektrum induk semang yang luas. Informasi mengenai virus vakcinia lebih banyak daripada virus cacar sapi, karena yang pertama dipergunakan sebagai bahan vaksin untuk manusia. Kedua virus menyebabkan reaksi lokal bila diaplikasi secara setempat pada kulit berbagai jenis hewan, yakni lewat skarifikasi atau injeksi intra-kutan. Lesi demikian mulai dengan eritema disertai pembengkakan setempat. Hal ini diikuti oleh pembentukan papel kemudian dengan pembentukan lepuh dan berakhir dengan terjadinya keropeng. Infeksi sapi dengan virus cacar sapi sekali-kali berjalan dengan generalisasi. Virus cacar sapi dan virus vakcinia keduanya bersifat patogen untuk manusia.

Komplikasi lebih banyak ditemukan pada cowpox daripada vakcinia. Manusia tertular sewaktu memerah; maka cacar biasanya terbentuk pada tangan tetapi juga pada tempat lain (muka, kornea). Dalam kebun binatang sekali-kali dilukiskan infeksi dengan virus cowpox pada bermacam jenis hewan antara lain pada badak, gajah dan okapi: pada jenis akhir ini infeksi dapat bergeneralisasi di seluruh badan. Bila kulit kelinci diskarifikasi dengan virus vakcinia maka terjadilah papel-papel dan lepuh-lepuh.

Bila virus ini diinjeksi intra-kutan maka terjadilah lesi yang nekrotis. Perubahan-perubahan oleh virus cowpox dilukiskan sebagai lebih kurang nekrotis akan tetapi lebih banyak bersifat hemoragis. Kedua virus dapat didiferensiasi sebagai berikut. Bulu ayam pada suatu tempat dicabut dan suspensi virus digosokan ke dalam folike-folikel bulu. Virus cowpox tidak menimbulkan perubahan, sebaliknya virus vakcinia menimbulkan eritema dan edema.

Sumber: Ressang, AA. 1986. Penyakit Viral Pada Hewan. Jakarta: UI-Press.

cinemaxx-logo|200x150