
Sifat Fisika dan Kimiawi:
Virus penyakit Aujeszky termasuk golongan herpes virus tipe A. Ia dinamakan juga Herpes suis. Virus ini cukup resisten dan secara mudah dapat diliofilisir. Dalam kandang-kandang, tanah, makanan atau pembungkus makanan hewan, virus ini tahan hidup hingga sebulan; hal ini bergantung pada suhu luar. Desinfektan yang paling sering dipergunakan ialah larutan NaOH 0,5%.
Sifat Biologis:
Sapi dan domba sangat peka terhadap virus penyakit ini; anjing, kucing dan hewan berbulu halus (furred animals) lebih kurang peka. Tetapi pada semua hewan tersebut infeksi Herpes suis biasa-nya berakhir dengan kematian. Kuda hanya sedikit peka, demikian juga manusia. Di antara hewan percobaan laboratorium yang sering dipakai ialah kelinci dan mencit.
Kelinci dapat ditulari melalui berbagai jalan. Sesudah injeksi subkutan atau intramuskuler maka waktu inkubasi berlangsung 1 sampai 5 hari. Biasanya hewan itu mati 6 sampai 12 jam sesudah gejala klinis timbul. Gejala yang terkemuka ialah biasanya gatal yang hebat. Mencit dan anak ayam 1 hari sangat peka terhadap pemberian intrasereberal; akan tetapi penyuntikan melalui jalan lain tidak menimbulkan penyakit. Pada kedua jenis hewan ini penyakit dalam jangka pendek berakhir dengan kematian. Juga telur bertunas dapat dipergunakan. Virus hendaknya disuntikan pada chorio-alantois membran telur ayam bertunas. Virus berreplikasi pada membran tersebut tetapi juga dalam susunan saraf embrio.
Referensi: Ressang, AA. 1986. Penyakit Viral Pada Hewan. Jakarta: UI-Press.