Infeksi dengan virus tractus respiratorius ini yang menyebabkan pembentukan sel-sel sinsicia dan juga dinamakan flu pada sapi muda ditemukan di banyak negara. Mungkin sekali virus ini memegang peranan penting dalam kelompok faktor-faktor yang menyebabkan penyakit pernafasan pada sapi peliharaan sebagai agen penyebab utama.
Sifat fisika & kimiawi:
Virus saluran respiratorius dan sinsicial (RS) adalah virus RNA yang berbentuk pleomorf dan mempunyai selubung. Bersama dengan virus RS pada manusia, virus RS pada lembu merupakan satu-satunya anggota genus Pneumovirus (golongan Paramyxoviridae). Virion berdiameter 90-300 nm. Mantel virion berpaku-paku (spikes). Virus RS kurang resisten. Bila virus secara cepat dibekukan dan disimpan pada suhu -70°C atau lebih rendah, maka virus dapat hidup lama.
Sifat biologis:
Infeksi dengan virus RS pada sapi, domba, orang dan simpanse telah dilukiskan. Pada anjing ditemukan antibodi terhadap virus ini. Di Eropa virus RS merupakan agen patogen penting pada manusia yang dalam musim dingin dan musim bunga sering menyebabkan epidemi penyakit jalan respiratoir.
Gejala-gejala klinis yang utama ialah rinitis, faringitis dan batuk-batuk. Banyak bayi berumur kurang dari enam bulan menderita bronkhitis, bronkiolitis, dan bronkhopnemoni disebabkan infeksi dengan virus ini. Kavia dapat ditulari secara intranasal dan intraperitonial; jenis hewan laboratorium ini sering dipergunakan untuk pembuatan serum imun.
Penyebaran virus:
Galur-galur virus RS berreplikasi dalam biakan sel-sel paru-paru, ginjal dan testes bovina. Pertumbuhan dan replikasi itu di sertai pembentukan CPE, selsel sinsicia, vakuolasi sel-sel dan badan-badan inklusi yang eosinofil dan si toplasmis. Isolat baru menimbulkan degenerasi pada sel-sel biakan sesudah CPE itu baru jelas 5-7 hari sesudah inokulasi. Galur-galur human dan bovina berbeda dalam spektrum induk semang.
Galur-galur human dan bovina secara antigenis sangat berhubungan erat, akan tetapi pada tes netralisasi dan ikatan komplemen umumnya dicapai titer lebih tinggi bila dipergunakan sera homolog daripada sera heterolog. Hemaglutinasi dan neuraminidase tidak ditemukan.
Sumber: Ressang, AA. 1986. Penyakit Viral Pada Hewan. Jakarta: UI-Press.