
Sifat Fisika dan Kimiawi:
Virus penyebab PAB (Iridovirus) sangat resisten terhadap suhu kamar dan suhu lebih rendah. Agen dapat tahan lama dalam material busuk tetapi diinaktifkan oleh pemanasan selama 30 menit pada 60 derajat Celcius. Virus juga sangat resisten terhadap pH rendah dan pH tinggi. Sodium hidroksida 2R dianjurkan sebagai desinfektan tetapi hendaknya diaplikasikan selama 24 jam.
Sifat Biologis:
Pes Afrika babi ini merupakan infeksi pada berbagai jenisba bi Afrika yang liar (bush pig, giant forest hog). Sesudah ditulari babi ini mengalami infeksi subklinis dan menjadi pembawa virus yang dapat dibuktikan dengan penyuntikan darah pada babi peliharaan yang peka. Selain babi liar tersebut juga babi liar dan peliharaan di Eropa peka terhadap virus PAB. Pada babi-babi Eropa infeksi berjalan perakut dan akut tetapi juga secara subakut dan menahun. Kebanyakan babi Eropa yang tertular mati dan sekali-kali menjadi pembawa virus.
Biakan Sel:
Virus PAB bereplikasi in vitro dalam biakan lekosit yang diperoleh dari buffycoat darah tepi dan dalam biakan sel-sel sum-sum tulang. Pertambahan virus mengakibatkan degenerasi sel-sel sedangkan dalam sitoplasma terbentuk badan-badan inklusi yang dapat diperlihatkan dengan pulasan menurut Giemsa. CPE ini biasanya disertai dengan daya hemadsorpsi. Yang akhir ini nyata karena eritrosit-eritrosit yang ada dalam biakan sel melekat pada sel-sel yang berdegenerasi. Kejadian ini menjadi dasar tes hemadsorpsi Malmquist dan Hay. Virus PAB tidak menimbulkan hemaglutinasi.
Beberapa isolat harus berkali-kali dipasase in vitro sebelum menyebabkan hemadsorpsi. Virus dapat diadaptasi pada sel ginjal babi atau ginjal kera tetapi memerlukan beberapa pasase. Oleh karena virus nyata mengalami daur replikasi pada caplak maka agen penyebab PAB termasuk golongan arbovirus
Sifat Antigenis:
Hingga sekarang hanya dikenal satu tipe walaupun ada perbedaan diantara isolat-isolat.
Referensi: Ressang, AA. 1986. Penyakit Viral Pada Hewan. Jakarta: UI-Press.