Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana sifat penyakit Cacar Unggas (Fowl Pox)?

RI Rina Wijaya 9 years ago

cara  termudah mengobati penyakit avian pox|406x406

Cacar unggas (Fowl Pox) merupakan penyakit viral pada ayam yang terbagi menjadi dua bentuk, yakni infeksi kutaneus (kulit) dari jaringan epitel kulit yang tidak tertutup bulu, atau infeksi difterik pada membran mukosa mulut, hidung dan mata.

18

cacar-ayam|568x365

Cacar unggas (fowl pox, FP) merupakan penyakit viral pada ayam yang terbagi menjadi dua bentuk, yakni infeksi kutaneus (kulit) dari jaringan epitel kulit yang tidak tertutup bulu, atau infeksi difterik pada membran mukosa mulut, hidung dan mata. Bentuk kutaneus ditandai dengan adanya nodul pada jengger, pial, tepi paruh, kelopak mata, kaki dan sayap, sedangkan bentuk difterik ditandai dengan adanya pseudomembran difterik pada paruh, faring dan laring. Penyakit ini tersebar luas di dunia termasuk di Indonesia dan merupakan penyakit yang umum terjadi.

Penyebaran/penularan penyakit ini berjalan lambat. Tingkat morbiditas, penularan penyakit cacar pada ayam dan kalkun bervariasi dari beberapa ekor hingga seluruh flok terinfeksi bila yang menyerang virus yang bersifat sangat virulen/ganas dan tidak dilakukan program pengendalian. Pada burung dara tingkat morbiditas dan mortalitas mirip dengan ayam. Sedangkan penyakit cacar pada burung sejenis kenari dapat menyebabkan angka mortalitas/ kematian hingga 80-100%. Tingkat kematian yang sangat tinggi pernah diamati terjadi pada burung puyuh yang terinfeksi virus Quailpox. Unggas yang menderita cacar tipe kulit lebih memungkinkan untuk sembuh dibandingkan dengan cacar tipe difterik pada saluran pernafasan.

Efek penyakit cacar pada ayam biasanya menyebabkan kekurusan, kenaikan berat badan yang lambat dan bila menyerang ayam petelur menyebabkan penurunan produksi telur yang bersifat sementara. Penyakit berlangsung kira-kira selama 3-4 minggu, tetapi bila terjadi komplikasi dengan
penyakit lain bisa berlangsung sangat lama.

Pada peternakan kalkun, kerugian akibat infeksi cacar yang berupa gangguan pertumbuhan lebih besar dibandingkan dengan kematian. Kebutaan akibat lesi kulit pada mata dan kelaparan merupakan penyebab kerugian paling besar. Apabila cacar menyerang peternakan pembibitan dapat menimbulkan penurunan produksi dan fertilitas telur.