Pada sapi gejala rabies dapat menyerupai gejala pada kuda Serangan kegeraman dapat demikian hebat. Sehingga hewan menanduk pohon atau tembok yang ada di depannya dan mematahkan tanduknya. Tetapi dalam banyak hal gejala sakit tidak demikian menyolok. Gejala ekstasi tidak terlihat atau sangat sedikit sehingga tidak mengambil perhatian: rumen sapi sedikit membengkak dan sapi terlihat sulit menelan (hypersalivasi). Sapi itu bergerak kaku, sering jatuh dan akhirnya tidak bangun lagi. Waktu penyakit adalah kira-kira seminggu. Rabies pada sapi di Amerika Selatan sering ditandai oleh gejala layu.
Juga pada sapi dikenal bentuk ganas dan bentuk tenang. Pada bentuk tenang ini hewan lambat-laun lumpuh sebelum mati. Sejumlah hewan memperlihatkan tanda-tanda yang tidak tersifat. Sapi yang menderita rabies sering melenguh dengan suara berubah rendah karena kelumpuhan pita-pita suara. Pada hewan betina dan jantan terlihat penambahan libido. Sapi tidak mengigit pada taraf eksitasi, akan tetapi dapat menyerang secara tiba-tiba hewan lain, manusia dan objek-objek seperti pohon, tembok atau sasaran-sasaran yang bergerak. Bila sapi disangka menderita bentuk rabies tenang, maka cara yang baik untuk merangsang hewan itu ialah dengan membawa anjing ke dekat sapi. Biasanya anjing itu menimbulkan reaksi hebat pada sapi sebagai umpama eksitasi luar biasa. Pada sapi hendaknya diingat sebagai diagnosis banding polio-ensefalo-malasia, pseudo-rabies atau penyakit Aujeszky, bentuk radang otak pada bovine rhinotracheitis dan lain-lain penyakit viral yang menimbulkan ensefalitis. Rabies pada sapi dapat juga disamakan dengan gejala-gejala benda asing dalam esofagus karena produksi air liur yang berlebihan.