Pada masa ini gambaran klinis yang menyerupai infeksi CPV pada anjing juga sudah ditemukan di Indonesia, walaupun adanya virus anjing ini belum pernah dibuktikan secara serologis atau virologis. Beberapa dokter hewan di kota besar yang berpraktek hewan kecil sudah sadar akan kemungkinan penyakit pada anjing. Di Nederland infeksi parvovirus pada anjing untuk pertama kali didiagnosis pada tahun 1977. Sesudah itu gejala penyakit ini banyak terlihat pada anjing. Pada permulaan bentuk intestinal terlihat pada anjing dewasa dan pada anjing muda Kini gambaran klinis telah berubah karena kebanyakan anjing muda (sampai tahun) dan anjing baru lahir (pup) yang jatuh sakit. Bentuk kardial terutama terlihat pada anak anjing ber umur 3-10 minggu. Dalam tahun 1980 dilakukan di Nederland pemeriksaan terhadap antibodi melawan CPV, canine corona dan rotavirus. Penelitian itu mencakup ratusan sempel sera. Pada sera yang berasal dari tahun 1974 tidak ditemukan antibodi ter hadap CPV badan-badan penangkis terhadap corona dan rotavirus ditemukan pada kira-kira 12% sempel serum. Sejak tahun 1978 antibodi terhadap ketiga virus anjing terlihat dalam sempel serum yang diperiksa.