Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana penyebab kembung rumen (timpani rumen) pada hewan memamahbiak?

MI Miska Nourma 8 years ago

Kembung rumen merupakan bentuk indigesti akut disertai dengan penimbunan gas di dalam lambung-lambung muka ruminansia. Bagaimana penyebabnya?

cow neck|690x517

20

cow dairy|690x459

Pada umumnya disetujui bahwa ada dua faktor penyebab, yaitu faktor pakan dan faktor hewannya sendiri yang secara terpisah atau bersama-sama dibutuhkan untuk terjadi nya kembung rumen.

Di dalam faktor pakan antara lain terangkum hal-hal berikut: Pada umumnya tanaman Leguminosae lebih sering mengakibatkan bila dibandingkan dengan tanaman lainnya. Varietas tanaman polongan tersebut misalnya Alfalfa 108, Ladino 100, telah diketahui lebih sering menjadi penyebab kembung. Selanjutnya, tanaman yang muda juga lebih sering menyebabkan gangguan daripada tanaman yang tua. Biji-bijian yang digiling sampai halus lebih sering menimbulkan gangguan daripada yang diberikan dalam bentuk utuh. Imbangan antara pakan hijauan dengan konsentrat yang tidak seimbang, hingga jumlah konsentrat sangat berlebihan. juga cenderung mengakibatkan kembung. Tanaman yang dipanen dari padangan yang dipupuk dengan pupuk urea terbukti juga mudah menyebabkan gangguan. Selain itu tanaman yang banyak memanfaatkan unsur-unsur N, Cu, dan Mg dalam jumlah yang tinggi akan mudah mendorong terjadinya kembung rumen Tanaman yang dipanen sebelum berbunga atau sesudah turunnya hujan, terutama pada daerah yang kekurangan air sebelumnya banyak mengakibatkan terjadinya kembung. Di samping itu telah pula diketahui adanya beberapa jenis tanaman yang memang getah atau bahan yang menimbulkan busa di dalam rumen (Blood et al.,1983).

Di dalam faktor hewan yang bersangkutan telah diketahui bahwa secara individual hewan-hewan memiliki kepekaan yang berbeda-beda. Diduga bahwa faktor keturunan ikut menentukan keadaan tersebut. Pada hewan yang bunting, atau yang kondisinya sedang menurun, oleh karena sakit atau sedang dalam proses kesembuhan, cenderung mudah mengalami kembung rumen. Demikian pula halnya dengan hewan-hewan yang kekurangan darah maupun yang mengalami kelemahan umum. Susunan dan derajat keasaman (pH) air liur juga berpengaruh terhadap terjadinya kembung rumen. Protein yang terdapat di dalam air liur, mucin, memiliki kemampuan mencegah pembentukan busa yang berisikan gas, hingga gas tersebut tidak terperangkap di dalam ingesta di dalam rumen.

Referensi: Subronto. 1985. Ilmu Penyakit Ternak I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.