Kita tahu bahwa penyakit ini dapat menular, apalagi dapat menular ke manusia. Bagaimana untuk penularannya :
- Pada umumnya infeksi terjadi kalau orang menghirup kumannya – biasanya dari kotoran kering burung yang terkena. Orang juga dapat terkena karena berciuman ‘mulut dan paruh’ dengan burung atau menangani bulu dan sel badan burung yang terkena.
- Tidak ada bukti bahwa Psittacosis menular di antara sesama manusia.
Siapa saja yang menghadapi resiko penyakit Psittacosis?
- Semua jenis burung rentan terhadap infeksi, khususnya burung yang dipelihara (misalnya beo, betet dan kakaktua), dan juga unggas (kalkun dan bebek) adalah yang paling sering terlibat menyampaikannya kepada kita.
- Orang yang paling menghadapi bahaya infeksi Psittacosis adalah yang sering menyentuh-nyentuh burung karena pekerjaan atau kegemarannya, misalnya pemilik burung, karyawan toko burung, dokter hewan atau penjagal unggas.