Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana pengendalian penyakit Kaskado?

RI Rizky Aulia 8 years ago

image|300x167

Kaskado atau Stephanofi lariasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing Filaria dari genus Stephanofi laria, menyebabkan lesi pada kulit yang ditandai dengan alopecia dan dermatitis nodular ulseratif pada sapi, kerbau, kambing, dan hewan mamalia lainnya. Dalam banyak kasus, luka dapat muncul kembali karena obstruksi dari saluran getah bening. Penyakit ini bersifat zoonosis, akan tetapi kejadian pada manusia masih jarang ditemukan.

Di Indonesia, penyakit ini pertama kali diidentifi kasi penyebabnya dan dilaporkan pada tahun 1933. Daerah penyebaran penyakit ini sampai sekarang masih terbatas, namun bila suatu daerah sudah terinfestasi, maka jumlah penderitanya dapat meluas dan dapat mencapai lebih dari 90 %. Hewan yang terkena penyakit ini masih dapat digunakan untuk bekerja namun kinerjanya berkurang. Selain itu adanya bekas luka pada kulit akan menurunkan harga jual kulit dan harga ternak.

30

PENGENDALIAN

1. Pengobatan

Pengobatan lesi kaskado sangat sulit dan perlu waktu yang lama, sehingga nilai ekonomis hewan pun menurun. Senyawa organofosfat seperti trichlorphon untuk penggunaan topical cukup efektif karena cacing mengalami paralisis spastik dan mati.

Obat antiparasit berspektrum luas seperti Ivermectin dan Doramectin telah dilaporkan mampu mengobati Kaskado di lapangan. Pemberian Ivermectin dengan dosis 200 g/kg BB secara subkutan dan Doramectin 200 g/kg BB dapat menyembuhkan penyakit Kaskado pada sapi perah, dengan jangka waktu penyembuhan sekitar 10 hari.

2. Pelaporan, Pencegahan, Pengendalian dan Pemberantasan

a. Pelaporan

Bila terjadi kasus penyakit, sebaiknya kasus dilaporkan kepada Dinas Peternakan setempat, khususnya untuk daerah yang belum pernah tertular penyakit ini. Hewan sakit harus diisolasi dan diobati sampai sembuh. Selama sakit disarankan agar hewan tidak diperdagangkan atau dipindahkan ke lain daerah.

b. Pencegahan

Dilakukan pengobatan pada kulit yang luka agar tidak dihinggapi lalat. Selain itu dihindari bercampurnya sapi yang sehat dengan hewan penderita kaskado.

c. Pengendalian dan Pemberantasan

Pengendalian dan pemberantasan dilakukan terhadap vektornya atau tindak pengobatan pada hewan penderita untuk menghilangkan sumber penyakit. Pengendalian populasi lalat dapat dilakukan secara berkala dan teratur dengan penyemprotan insektisida antara lain dengan coumaphos 0,05-0,1 %, diazenon 0,5 % dan malathion 0,02 %. Penyemprotan atau pemberian obat dilakukan langsung pada kulit yang mengalami lesi atau luka untuk membunuh cacing.

Perlakuan Pemotongan Hewan dan Daging

Hewan penderita kaskado boleh dipotong dan dagingnya dapat dikonsumsi, setelah bagian lukanya dibuang. Demikian pula kulitnya dapat diolah menjadi bahan makanan setelah dibersihkan dari luka-luka yang ada.

Referensi:
http://wiki.isikhnas.com/images/b/b9/Manual_Penyakit_Hewan_Mamalia.pdf